(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, Senin siang ini (27/7), terpantau melemah 22,495 poin (0,36%) ke level 6.173,935 setelah dibuka turun ke level 6.185.799.
IHSG bergerak di dua zona dalam rentang konsolidasi sekitar seminggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya menguat di tengah harga minyak yang agak terkoreksi oleh meredanya sejenak konflik AS-Iran, dan investor mencermati pertemuan the Fed minggu ini, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan dengan variatif.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,44% atau 78 poin ke level Rp 17.968, dengan dollar AS di pasar uang Asia beranjak turun setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya, terkoreksi dari area sebulan tertingginya oleh turunnya harga minyak mentah dunia sementara terhentinya gempuran AS ke Iran yang menurunkan tensi geopolitik.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.890, serta terpantau di sekitar seminggu terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 10,631 poin (0,17%) ke level 6.185.799. Sedangkan indeks LQ45 turun 2,070 poin (0,34%) ke level 612,720. Siang ini melemah 22,495 poin (0,36%) ke level 6.173,935. Sementara LQ45 terlihat turun 0,58% atau 3,580 poin ke level 611,210.
Tercatat saat ini sebanyak 299 saham naik, 312 saham turun dan 182 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau menguat, di antaranya Nikkei yang naik 0,07%, dan Hang Seng yang menanjak 0,81%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini pada rentang konsolidasi sekitar seminggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya bias menguat di tengah harga minyak yang terkoreksi oleh meredanya konflik AS-Iran, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan dengan variatif.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan konsolidasi sejenak dalam bias negatif, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.460 dan 6.631. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,002 dan bila tembus ke level 5,839.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group









