Investasi Jangka Panjang, PHE Genjot Eksplorasi Migas di Dalam dan Luar Negeri

0
45

(Vibizmedia – Jakarta) PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan pasokan energi nasional melalui perluasan wilayah eksplorasi serta pelaksanaan Joint Study (JS) atau Penelitian Bersama dengan mitra strategis global di Jakarta, Minggu (26/7/2026).

Direktur Eksplorasi PHE, Asep Samsul Arifin, menyebut langkah tersebut merupakan bagian dari investasi jangka panjang perusahaan guna memastikan keberlanjutan industri hulu minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia.

Data Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam aktivitas studi eksplorasi PHE. Hingga Juli 2026, PHE mengelola 12 Joint Study, naik dari 10 studi pada April 2026. Rinciannya, 10 studi masih berjalan, satu telah selesai, dan satu lainnya tengah dalam proses persetujuan pemerintah.

Sejumlah perusahaan energi global terlibat dalam studi ini, antara lain Petronas, BP, ENI, KUFPEC, SK Earthon, PetroChina, POSCO, TPAO, hingga Woodside, dengan cakupan wilayah prospektif yang tersebar dari barat hingga timur Indonesia.

Di tingkat regional, PHE juga memperluas ekspansi bisnis melalui kerja sama dengan Management Petroleum Malaysia (MPM) menggunakan skema Technical Evaluation Agreement (TEA) di sejumlah blok migas di Malaysia.

Asep menegaskan, melalui perluasan wilayah kerja, penguatan kolaborasi global, serta pemanfaatan teknologi eksplorasi yang semakin maju, PHE terus membangun portofolio berkualitas guna meningkatkan peluang penemuan cadangan migas baru.

Langkah ekspansi ini melengkapi capaian PHE sepanjang 2023–2026, di mana perusahaan berhasil memperoleh delapan wilayah kerja eksplorasi baru di dalam negeri—yakni Bunga, Peri Mahakam, East Natuna, Melati, Binaiya, Lavender, Bobara, dan North Ketapang—serta satu wilayah kerja di Malaysia, yaitu Blok SK-510.