(Vibizmedia – Yogyakarta) Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Yogyakarta untuk memperluas pasar hingga ke kancah ekspor dengan memanfaatkan berbagai program yang disediakan pemerintah.
Hal tersebut disampaikan usai kunjungan kerja ke sejumlah UMKM di Yogyakarta dan Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (23/7). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda setelah menghadiri “The 9th Indonesia International Cocoa Conference” di hari yang sama.
Menurut Mendag, pelaku usaha dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dari Kementerian Perdagangan, seperti penjajakan bisnis (business matching), pameran internasional, misi dagang, hingga program peningkatan kapasitas.
“Kami ingin semakin banyak UMKM yang menjajaki pasar global dan menjadi eksportir,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Mendag pertama kali menyambangi Coklat nDalem, produsen cokelat artisan yang berdiri sejak 2013 dan mengangkat cita rasa khas Nusantara. Usaha ini juga memberdayakan petani kakao lokal melalui kemitraan serta penerapan prinsip ketertelusuran produk.
Selanjutnya, Mendag mengunjungi Base Artisan, UMKM yang memproduksi tas dan produk gaya hidup berbahan alami seperti rotan dan kulit. Produk mereka telah menembus pasar Jepang sejak 2015 serta rutin diekspor ke Kanada, sekaligus melibatkan ratusan perajin lokal dalam proses produksinya.
Kunjungan dilanjutkan ke Sweda, perajin perak yang telah mengekspor produknya hingga ke Amerika Serikat. Mayoritas produksi perhiasannya dipasarkan ke luar negeri, terutama untuk segmen anak muda, serta aksesori kendaraan berbahan perak.
Dalam kesempatan tersebut, Mendag juga mengajak pelaku UMKM untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia ke-41 yang akan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang. Pameran ini dinilai menjadi peluang strategis untuk bertemu langsung dengan calon pembeli internasional.
Selain itu, Kemendag juga mendorong UMKM memanfaatkan jaringan 46 perwakilan perdagangan RI di 33 negara untuk membuka akses pasar baru dan memperluas ekspor.
“Kami siap membantu pelaku usaha menemukan buyer dan menjajaki pasar potensial di luar negeri,” pungkas Mendag.









