Pabrik Gemuk Shell Perkuat Industri Domestik dan Posisi Indonesia di Pasar Regional

0
75
Foto: Kemendag

(Vibizmedia – Jakarta) Investasi di sektor manufaktur kembali menunjukkan perannya dalam memperkuat fondasi industri nasional. Kehadiran Grease Manufacturing Plant atau Pabrik Gemuk milik Shell Indonesia dinilai dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat keterkaitan antara investasi, kapasitas produksi dalam negeri, dan perdagangan internasional.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan, beroperasinya fasilitas manufaktur tersebut memiliki arti strategis bagi pengembangan ekosistem industri Indonesia. Investasi tidak hanya diharapkan menghasilkan produk, tetapi juga memperkuat basis produksi domestik sehingga industri nasional memiliki daya saing yang lebih baik.

Hal tersebut disampaikan Roro dalam acara peresmian Pabrik Gemuk Shell Indonesia di InterContinental Hotel, Jakarta, Selasa (15/9).

“Peresmian hari ini jauh lebih bermakna dari sekadar pembukaan fasilitas manufaktur baru. Ini merupakan representasi dari komitmen bersama untuk memperkuat ekosistem industri Indonesia, menciptakan lapangan kerja berkualitas, dan membangun ekonomi yang lebih tangguh dan berdaya saing,” ujar Roro.

Investasi dan Kepercayaan terhadap Ekonomi Indonesia

Pembangunan fasilitas tersebut dimulai pada pertengahan 2025. Bagi pemerintah, keputusan Shell untuk menanamkan investasi dan membangun fasilitas produksi di Indonesia mencerminkan kepercayaan terhadap prospek perekonomian nasional dalam jangka panjang.

Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi sekitar 12 juta liter per tahun dan menjadi salah satu fasilitas manufaktur gemuk yang signifikan dalam jaringan Shell Global.

Kehadiran fasilitas ini juga berpotensi memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu basis pelayanan Shell untuk memenuhi kebutuhan pasar regional.

Bagi Indonesia, peluang tersebut penting karena investasi manufaktur dapat memberikan manfaat yang lebih luas dibandingkan sekadar penambahan kapasitas produksi. Ketika fasilitas produksi dibangun di dalam negeri, rantai pasok, tenaga kerja, kebutuhan industri pendukung, hingga aktivitas perdagangan dapat ikut berkembang.

Roro menilai keterkaitan antara investasi dan industri domestik menjadi semakin penting di tengah perubahan lanskap ekonomi global.

Memperkuat Basis Produksi Domestik

Menurut Roro, menjaga ketahanan perdagangan nasional tidak cukup hanya dengan meningkatkan ekspor. Indonesia juga membutuhkan industri domestik yang kuat, efisien, dan mampu menyediakan kebutuhan pasar nasional secara kompetitif.

“Untuk mempertahankan neraca perdagangan yang sehat dan tangguh, kita tidak hanya membutuhkan ekspor yang kuat, tetapi juga basis industri domestik yang lebih kompetitif,” jelasnya.

Dalam konteks tersebut, fasilitas manufaktur Shell dapat berkontribusi terhadap peningkatan pasokan produk di dalam negeri. Produksi lokal juga berpotensi memperpendek rantai pasok dan meningkatkan efisiensi distribusi bagi berbagai sektor industri yang membutuhkan produk gemuk atau pelumas semi padat.

Ketersediaan produk dari dalam negeri pada saat yang sama dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.

Namun, Roro menekankan bahwa manfaat investasi seharusnya tidak berhenti pada substitusi impor.

“Kami memandang ini bukan sekadar substitusi impor, melainkan peluang emas untuk membangun ekosistem manufaktur domestik yang jauh lebih kompetitif dan berkelanjutan,” tegasnya.

Pandangan tersebut menempatkan investasi manufaktur sebagai bagian dari proses membangun kapasitas industri nasional secara lebih menyeluruh.

Sejalan dengan Tren Positif Investasi

Masuknya investasi Shell juga berlangsung ketika kinerja investasi nasional menunjukkan perkembangan positif.

Pada paruh pertama 2026, realisasi investasi Indonesia mencapai Rp1.010,6 triliun. Nilai tersebut tumbuh 7,2 persen secara tahunan dan disebut telah menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja.

Angka tersebut menunjukkan bahwa investasi tetap menjadi salah satu komponen penting dalam menggerakkan kegiatan ekonomi, khususnya melalui pembangunan kapasitas produksi dan penciptaan lapangan pekerjaan.

Pemerintah pun terus mendorong agar investasi yang masuk tidak hanya menghasilkan nilai transaksi, tetapi memberikan dampak ekonomi yang lebih panjang melalui peningkatan kapasitas industri, penciptaan lapangan kerja berkualitas, pengembangan teknologi, serta keterhubungan dengan rantai pasok domestik.

Dalam kerangka tersebut, pengembangan fasilitas produksi Shell menjadi bagian dari agenda penguatan industri yang berjalan seiring dengan kebijakan hilirisasi dan peningkatan daya saing manufaktur.

Lebih dari 98 Persen Pasokan Diproduksi di Dalam Negeri

Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia Andri Pratiwa mengatakan, pengoperasian pabrik baru tersebut memberikan dampak langsung terhadap komposisi pasokan produk gemuk Shell di Indonesia.

Menurutnya, porsi pasokan gemuk yang diproduksi di dalam negeri meningkat dari sekitar 90 persen menjadi lebih dari 98 persen.

“Dengan beroperasinya pabrik ini, pasokan gemuk buatan dalam negeri melonjak dari 90 persen menjadi lebih dari 98 persen. Lebih membanggakannya lagi, pabrik ini 100 persen digerakkan oleh tenaga kerja lokal asal Indonesia,” ungkap Andri.

Peningkatan produksi domestik tersebut menunjukkan semakin besarnya kapasitas Indonesia dalam memenuhi kebutuhan industri dari dalam negeri.

Penggunaan tenaga kerja lokal juga menjadi aspek penting karena investasi manufaktur dapat memberikan dampak berganda melalui peningkatan keterampilan dan pengalaman pekerja Indonesia.

Talenta Lokal Masuk Rantai Nilai Global

Aspek sumber daya manusia menjadi perhatian pemerintah dalam pengembangan fasilitas manufaktur berteknologi tinggi.

Roro mengapresiasi keterlibatan tenaga kerja Indonesia dalam operasional fasilitas tersebut. Menurutnya, pekerja lokal diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi operasional, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi.

Pengalaman bekerja dalam fasilitas yang menerapkan standar internasional dapat menjadi modal bagi tenaga kerja Indonesia untuk meningkatkan keterampilan, memahami teknologi dan prosedur global, serta memperluas akses terhadap pengetahuan industri.

Dengan demikian, investasi dapat memberikan manfaat dalam bentuk pengembangan modal manusia, selain menghasilkan output industri.

Keterlibatan talenta lokal juga dapat membuka peluang agar tenaga kerja Indonesia semakin terhubung dengan jaringan pengetahuan dan rantai nilai global perusahaan multinasional.

Pemerintah dan Shell Perkuat Kemitraan

Pimpinan global Shell, Machteld de Haan, menyampaikan apresiasi terhadap dukungan pemerintah Indonesia dalam perjalanan pembangunan fasilitas tersebut, mulai dari tahap peletakan batu pertama hingga peresmian.

Menurutnya, peresmian pabrik menjadi salah satu bentuk komitmen Shell dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Perayaan pencapaian penting ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Kemitraan yang makin erat dan berkelanjutan ini dapat menjadi fondasi penting bagi Shell untuk terus berkontribusi secara berkesinambungan terhadap kemajuan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depannya,” ujar Machteld.

Kemitraan pemerintah dan dunia usaha menjadi semakin penting ketika industri menghadapi perubahan kebutuhan pasar dan tekanan persaingan global.

Bagi perusahaan, kepastian iklim usaha menjadi faktor penting untuk menentukan investasi jangka panjang. Sementara bagi pemerintah, investasi diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian sekaligus memperkuat kemampuan industri nasional.

Membuka Peluang Menjadi Basis Regional

Dengan kapasitas sekitar 12 juta liter per tahun, fasilitas manufaktur Shell Indonesia tidak hanya memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. Posisi Indonesia sebagai bagian dari jaringan regional Shell juga membuka peluang pengembangan aktivitas manufaktur dan pelayanan untuk pasar kawasan.

Hal tersebut sejalan dengan kepentingan Indonesia untuk meningkatkan peran dalam rantai pasok global dan regional.

Tantangannya adalah memastikan kapasitas produksi domestik terus berkembang dengan dukungan tenaga kerja terampil, teknologi, infrastruktur, dan ekosistem industri yang kompetitif.

Dalam konteks perdagangan, peningkatan kapasitas produksi juga dapat memperkuat keterkaitan antara industri dalam negeri dan pasar internasional.

Roro menegaskan, Kementerian Perdagangan akan terus mendorong terciptanya iklim usaha dan perdagangan yang memberikan kepastian serta mendukung pelaku usaha dan investor.

“Kami yakin, kesuksesan Shell di Indonesia akan berjalan beriringan dengan kesuksesan pembangunan industri nasional dan secara langsung mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” pungkas Roro.

Bagi Indonesia, investasi seperti pembangunan Pabrik Gemuk Shell menunjukkan bahwa penguatan industri tidak semata-mata berbicara tentang membangun fasilitas produksi baru. Lebih jauh, investasi dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan kapasitas manufaktur, menciptakan lapangan kerja, memperkuat rantai pasok, mengembangkan talenta lokal, dan membuka akses menuju pasar regional.

Ketika produksi dalam negeri semakin mampu memenuhi kebutuhan industri, sekaligus terhubung dengan jaringan pasar global, investasi manufaktur dapat memainkan peran yang lebih besar dalam membangun struktur ekonomi Indonesia yang tangguh dan berdaya saing.