(Vibizmedia – Bandung) Industri alas kaki asal Bandung menunjukkan bahwa produk lokal dapat berkembang menjadi merek yang memiliki pasar di mancanegara. Salah satunya ditunjukkan oleh CV Fortuna Shoes yang selama puluhan tahun mempertahankan kualitas produksi sekaligus memperluas jangkauan ekspornya.
Potensi tersebut mendapat perhatian Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri saat mengunjungi CV Fortuna Shoes di Bandung, Jawa Barat, Senin (14/9). Dalam kunjungan tersebut, Wamendag Roro mengapresiasi kualitas produk yang dihasilkan perusahaan dan mendorong Fortuna Shoes lebih aktif memanfaatkan berbagai fasilitas promosi perdagangan pemerintah untuk memperluas pasar internasional.
Menurut Roro, Kementerian Perdagangan terus mengoptimalkan jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri, baik Atase Perdagangan maupun Indonesian Trade Promotion Center (ITPC).
Jaringan tersebut memiliki peran penting dalam mempertemukan eksportir Indonesia dengan calon pembeli di berbagai negara melalui kegiatan business matching maupun business pitching.
“Kementerian Perdagangan mengoptimalkan peran perwadag, baik Atase Perdagangan maupun Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) melalui fasilitasi berbagai business matching dan business pitching agar pelaku usaha lokal dapat terhubung langsung dengan buyer potensial. Fortuna Shoes dapat memanfaatkan fasilitasi tersebut guna memperluas pasar ekspor,” jelas Roro.
TEI 2026 Jadi Ruang Perluasan Pasar
Kesempatan untuk mempertemukan Fortuna Shoes dengan calon buyer internasional juga terbuka melalui Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.
Fortuna Shoes dijadwalkan bergabung dalam stan Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada penyelenggaraan TEI tahun ini. Keikutsertaan tersebut dapat dimanfaatkan bukan hanya sebagai ajang promosi produk, tetapi juga sebagai ruang untuk melakukan penjajakan bisnis secara langsung dengan calon mitra dari berbagai negara.
Besarnya potensi TEI terlihat dari penyelenggaraan tahun sebelumnya. Pada TEI 2025, tercatat 8.045 buyer dari berbagai negara hadir dalam pameran perdagangan tersebut.
Kehadiran ribuan buyer menunjukkan posisi TEI sebagai salah satu instrumen penting dalam mempertemukan produk Indonesia dengan pasar global. Bagi pelaku usaha daerah, pameran tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk sekaligus membangun jaringan bisnis internasional.
Kemendag berharap penyelenggaraan TEI 2026 kembali menghasilkan capaian perdagangan yang positif dan semakin membuka peluang ekspor bagi produk-produk unggulan Indonesia.
Bagi Fortuna Shoes, momentum tersebut menjadi relevan karena perusahaan telah memiliki pengalaman memasuki sejumlah pasar luar negeri, terutama Jepang.
Lebih dari Sekadar Angka Ekspor
Dalam kunjungannya, Roro juga melihat kontribusi Fortuna Shoes dari perspektif yang lebih luas. Menurutnya, keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya dapat diukur melalui nilai transaksi maupun volume ekspor.
Aktivitas industri juga memiliki dampak ekonomi terhadap masyarakat di sekitar perusahaan, antara lain melalui penyerapan tenaga kerja.
“Perempuan-perempuan kuat mendominasi perusahaan ini sekitar 60 persen. Hal ini merupakan dampak pengganda (multiplier effect) yang positif bagi lingkungan sekitar perusahaan,” ujar Roro.
Komposisi tenaga kerja tersebut menunjukkan bahwa perkembangan industri manufaktur dapat memberikan manfaat sosial sekaligus ekonomi bagi lingkungan tempat perusahaan beroperasi.
Industri Manufaktur dan Identitas Bandung
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan yang turut hadir dalam kunjungan tersebut menilai pertumbuhan industri manufaktur memiliki keterkaitan erat dengan penciptaan lapangan kerja dan masuknya investasi.
Menurut Farhan, keberadaan perusahaan seperti Fortuna Shoes juga memberikan nilai tambah bagi Bandung ketika produk yang dihasilkan mampu menembus pasar internasional.
Salah satu instrumen yang mendukung aktivitas ekspor tersebut adalah Surat Keterangan Asal (SKA). Dokumen ini memberikan informasi mengenai asal barang yang diekspor sekaligus menjadi salah satu dokumen penting dalam perdagangan internasional.
Farhan menilai SKA turut memperkuat identitas produk Bandung di pasar global.
“Dengan Surat Keterangan Asal (SKA), jualan di manapun, pembeli akan mengetahui bahwa sepatu Fortuna berasal dari Bandung. Hal ini tentu membawa nilai tambah bagi Bandung,” ujar Farhan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Fasilitasi Ekspor dan Impor Bayu Wicaksono Putro. Hadir pula pejabat penerbit dari Instansi Penerbit SKA (IPSKA), yakni Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Nining Yuliastiani serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bandung Ronny Ahmad Nurudin.
Menjaga Tradisi dan Kualitas Sejak 1969
Perjalanan Fortuna Shoes dimulai jauh sebelum ekspor menjadi salah satu orientasi utama perusahaan. CV Fortuna Shoes didirikan Dede Chandra pada 1969 di Bandung.
Selama lebih dari lima dekade, perusahaan mempertahankan tiga prinsip utama dalam pengembangan produknya, yaitu tradition, craftsmanship, dan quality.
Ketiga prinsip tersebut menjadi fondasi dalam menjaga karakter sekaligus mutu produk yang dihasilkan.
Fortuna Shoes bergerak dalam produksi alas kaki dan bagian alas kaki dengan kode HS 6403 dan 6406. Perusahaan telah terdaftar dalam sistem e-SKA sejak 9 Januari 2012 dan telah menerbitkan Surat Keterangan Asal sejak 2000.
Konsistensi dalam menjaga standar produksi membuat perusahaan mampu mengembangkan kapasitas hingga 50 ribu pasang sepatu per tahun.
Jepang menjadi salah satu pasar ekspor utama Fortuna Shoes. Selain itu, produknya juga menjangkau United Kingdom, Korea Selatan, dan Jerman.
Ekspor ke sejumlah negara tersebut didukung pemanfaatan berbagai skema perdagangan dan fasilitas tarif preferensi, antara lain Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA), ASEAN-Korea Free Trade Area (AKFTA), serta Generalised Scheme of Preferences (GSP) Uni Eropa.
Pemanfaatan fasilitas perdagangan tersebut menjadi salah satu elemen yang dapat membantu produk Indonesia meningkatkan daya saing di pasar negara mitra.
Jalan Sriwijaya, Merek Indonesia di Jepang
Salah satu kisah keberhasilan Fortuna Shoes di pasar internasional terlihat dari produksi sepatu dengan merek “Jalan Sriwijaya”.
Produk tersebut secara khusus dipasarkan di Jepang melalui GMT Inc. Perusahaan asal Jepang tersebut berperan sebagai pemilik merek, importir, sekaligus pengelola gerai Jalan Sriwijaya.
Saat ini, produk Jalan Sriwijaya telah tersedia melalui tujuh gerai di sejumlah kota di Jepang.
Kehadiran merek tersebut menunjukkan bahwa produk yang diproduksi di Indonesia tidak hanya dapat masuk ke pasar luar negeri sebagai produk manufaktur, tetapi juga dapat membangun identitas merek dan basis konsumen.
Jalan Sriwijaya telah memiliki citra serta pangsa pasar yang cukup kuat, terutama di segmen konsumen menengah atas Jepang.
Hubungan bisnis tersebut juga telah mendapat perhatian pemerintah. Pada Juni 2025, Wamendag Roro mengunjungi salah satu gerai Jalan Sriwijaya di kawasan Nihonbashi, Tokyo.
Dalam kunjungan itu, Roro berdiskusi dengan pemilik GMT Inc. mengenai perkembangan produk sekaligus membeli sepatu Jalan Sriwijaya.
Dari Bandung Menuju Pasar Dunia
Perjalanan Fortuna Shoes memperlihatkan bahwa daya saing produk lokal tidak hanya ditentukan oleh kemampuan meningkatkan volume produksi. Konsistensi kualitas, kekuatan merek, pemahaman terhadap karakter pasar, serta kemampuan memanfaatkan berbagai fasilitas perdagangan menjadi bagian penting dalam membangun pasar ekspor.
Pengalaman Fortuna Shoes di Jepang juga memperlihatkan bahwa hubungan antara produsen Indonesia dan mitra bisnis di luar negeri dapat berkembang menjadi kerja sama jangka panjang.
Di sisi lain, fasilitas seperti business matching, business pitching, TEI, dan SKA memberikan dukungan tambahan bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan dan memperkuat posisi produk Indonesia di pasar global.
Konsistensi tersebut turut membawa Fortuna Shoes meraih sejumlah penghargaan. Di antaranya penghargaan Produk Sepatu Terbaik Kategori Sepatu Harian untuk Laki-Laki dalam Pameran Alas Kaki, Kulit & Produk Kulit Indonesia yang diselenggarakan Kementerian Perindustrian pada 2009.
Perusahaan juga meraih Primaniyarta Export Award untuk kategori Eksportir Pembangun Merek Global.
Dengan pengalaman lebih dari setengah abad, kapasitas produksi yang terus berjalan, serta keberadaan merek di pasar Jepang, Fortuna Shoes menjadi salah satu gambaran bagaimana industri alas kaki daerah dapat berkembang melampaui pasar domestik.
Tantangan berikutnya adalah memperluas jangkauan tersebut ke lebih banyak negara. Dukungan promosi perdagangan, kesiapan industri, kemampuan memenuhi standar pasar internasional, serta pertemuan langsung dengan buyer akan menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut.
Dari Bandung, produk alas kaki buatan Indonesia memiliki peluang untuk terus memperkuat jejaknya di pasar dunia—dengan tetap membawa tiga fondasi yang telah menjadi bagian dari perjalanan Fortuna Shoes: tradisi, keterampilan pengerjaan, dan kualitas.









