UNIDO Tetapkan Indonesia sebagai Best Practice Hilirisasi Industri Dunia

0
66
Menperin Agus Gumiwang (Foto: Kemenperin)

(Vibizmedia – Industry) Strategi hilirisasi yang dijalankan Indonesia kembali menuai pengakuan internasional. Dalam Industrial Development Report (IDR) 2026, United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) menempatkan Indonesia sebagai salah satu contoh praktik terbaik (best practice) dalam pengembangan industri berbasis hilirisasi.

Pengakuan tersebut disampaikan pada peluncuran regional Industrial Development Report 2026 melalui Workshop: A Regional Launch Event of UNIDO’s Industrial Development Report (IDR) 2026 and Indonesia Development Talks 24th Edition di Jakarta.

Apresiasi dari UNIDO menunjukkan bahwa transformasi industri nasional mulai mendapat perhatian dunia, demikian Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan. Pemerintah terus memperkuat daya saing industri agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan posisi Indonesia dalam rantai nilai global.

UNIDO menilai Indonesia berhasil mendorong transformasi industri melalui kebijakan hilirisasi yang meningkatkan nilai tambah sumber daya alam. Organisasi tersebut secara khusus menyoroti pengembangan industri pengolahan mineral kritis serta ekosistem kendaraan listrik nasional sebagai contoh keberhasilan membangun industri berbasis nilai tambah yang mampu memperkuat daya saing manufaktur sekaligus mendorong lahirnya industri baru.

Laporan IDR 2026 juga memetakan berbagai tren yang membentuk lanskap industri global, mulai dari transformasi teknologi, transisi energi, pergeseran investasi, hingga dinamika geopolitik. Salah satu temuan utamanya menunjukkan semakin kuatnya posisi Tiongkok sebagai pusat manufaktur dunia, disertai meningkatnya arus investasi industri ke kawasan ASEAN, termasuk Indonesia, terutama pada sektor kendaraan listrik dan industri baterai.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian Tri Supondy mengatakan, laporan tersebut menjadi referensi penting dalam merumuskan kebijakan industri nasional agar selaras dengan perkembangan global. Keberhasilan industrialisasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menarik investasi, tetapi juga oleh penguatan kualitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi, inovasi, industri pendukung, serta penerapan industri hijau.

Diharapkan pengakuan dari UNIDO ini semakin meningkatkan kepercayaan investor terhadap Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi manufaktur. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, organisasi internasional, akademisi, dan sektor swasta menjadi kunci untuk mewujudkan industri yang tangguh, inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.