(Vibizmedia – Economy) – Nilai tukar rupiah terhadap dollar dalam pergerakan pasar uang Rabu sore ini (29/7), berakhir menguat tipis, melepaskan loss dari sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa turun setelah melemah di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS sore melemah 0,12% atau 22 poin ke level Rp 18.080 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp18.058. Rupiah terpantau dekat area 2 minggu terendahnya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka menguat ke Rp 18.083 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp18.085, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp18.055.
Menguatnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa turun setelah melemah di sesi global sebelumnya, terkoreksi dari area sebulan tertingginya di antara investor yang menantikan hasil pertemuan the Fed dan kebijakan ke depannya.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini turun ke 101,32, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 101,39.
Sementara itu, IHSG Rabu di akhir sesi terpantau melemah 39,202 poin (0,64%) ke level 6.091,386, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed di tengah harga minyak yang menurun lalu naik lagi setelah Iran meluncurkan serangan rudalnya, dan investor menantikan pertemuan the Fed tengah malam ini, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dengan bias positif ditopang sejumlah rilis laporan keuangan blue chips.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Eropa beranjak turun. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp18.126 – Rp17.845.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting









