MRT Jakarta Kini Gunakan Pembayaran Kartu Kredit Nirsentuh

0
54
Foto: Pemprov DKI Jakarta

(Vibizmedia – Jakarta) Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan penggunaan sistem pembayaran tiket MRT Jakarta dengan kartu kredit nirsentuh (EMV Contactless) di Stasiun Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (29/7). Inovasi ini menjadi yang pertama diterapkan pada transportasi publik di Indonesia, memungkinkan penumpang melakukan tap in dan tap out langsung tanpa perlu membeli kartu khusus atau mengisi saldo terlebih dahulu.

Penerapan teknologi ini merupakan bagian dari upaya transformasi layanan MRT Jakarta agar lebih praktis, cepat, dan sejalan dengan standar internasional. Layanan ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun wisatawan yang memiliki kartu kredit berlogo Visa dan Mastercard dengan fitur nirsentuh.

Pramono menyampaikan bahwa kehadiran sistem ini akan mempermudah akses transportasi publik. Ia menegaskan bahwa pengguna kini dapat langsung menggunakan kartu kredit mereka tanpa proses tambahan seperti pembelian kartu perjalanan.

Menurutnya, kemudahan dalam sistem pembayaran menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing Jakarta sebagai kota global. Ia menambahkan, sejumlah kota besar dunia seperti Singapura, Tokyo, Shanghai, Kuala Lumpur, Hong Kong, Sydney, dan New York telah lebih dahulu mengadopsi sistem serupa.

Sebagai kota yang terus berkembang menuju standar global, Jakarta dinilai perlu menghadirkan layanan transportasi yang setara dengan kota-kota tersebut. Selain memudahkan warga, inovasi ini juga diharapkan menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan.

Data Badan Pusat Statistik DKI Jakarta mencatat lebih dari 2,5 juta wisatawan mancanegara berkunjung ke Jakarta sepanjang 2024. Dengan sistem EMV Contactless, wisatawan kini dapat langsung menggunakan MRT tanpa harus membeli kartu lokal atau menukarkan uang untuk mengisi saldo.

Peluncuran ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta, Bank Indonesia, PT MRT Jakarta, Bank Mandiri, Mastercard, Visa, serta sejumlah bank nasional. Kerja sama tersebut sekaligus memperkuat digitalisasi layanan dan memperluas opsi pembayaran bagi pengguna transportasi publik.

Ke depan, Pemprov DKI Jakarta menargetkan sistem pembayaran nirsentuh ini dapat diterapkan secara terintegrasi di berbagai moda transportasi lain, seperti LRT Jakarta, Transjakarta, hingga jaringan transportasi lain di wilayah Jabodetabek.

Pramono berharap integrasi tersebut dapat memudahkan mobilitas masyarakat dan wisatawan, sehingga perpindahan antar moda transportasi dapat dilakukan dengan satu sistem pembayaran yang praktis dan efisien.