(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, Senin siang ini (14/9), terpantau tergerus signifikan 111,496 poin (1,70%) ke level 6.429,881 setelah dibuka turun ke level 6.533.868.
IHSG bergerak terkoreksi di hari keempat ke sekitar 2,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah di tengah harga minyak dunia yang volatile, kekhawatiran meningkatnya inflasi, dan kemungkinan naiknya suku bunga the Fed minggu ini, serta mencermati Wall Street yang di akhir pekan serempak rebound.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini flat 0,0% atau 0 poin ke level Rp 17.595, dengan dollar AS di pasar uang Asia menanjak setelah mendatar di sesi global sebelumnya, bangkit di antara naiknya inflasi CPI Amerika yang menambah estimasi the Fed akan menaikkan suku bunga dalam pertemuan minggu ini.
Rupiah mendatar dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.595, serta terpantau tertahan koreksi menjauhi area 4 bulan tertinggi yang dicapai pekan lalu.
Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau melemah 7,509 poin (0,11%) ke level 6.533.868. Sedangkan indeks LQ45 turun 0,740 poin (0,11%) ke level 648,980. Siang ini melemah 111,496 poin (1,70%) ke level 6.429,881. Sementara LQ45 terlihat turun 6,170 poin (0,95%) poin ke level 643,550.
Tercatat saat ini sebanyak 144 saham naik, 517 saham turun dan 122 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang merosot 0,95%, dan Hang Seng yang naik 0,35%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi ke sekitar 2,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah di tengah harga minyak yang volatile, dan kemungkinan naiknya suku bunga the Fed minggu ini, serta mencermati Wall Street yang di akhir pekan rebound.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan masih di zona merah, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.787 dan 7.002. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,373 dan bila tembus ke level 6,230.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group









