Presiden Tekankan Ketahanan Pangan sebagai Modal Hadapi Gejolak Dunia

0
69
Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan para pengusaha dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, baik pusat maupun daerah, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026). (Sumber: Tangkapan layar BPMI Sekretariat Presiden)

(Vibizmedia – Jakarta) Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama dalam pembangunan nasional sekaligus menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menghadapi ketidakpastian global.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat bertemu dengan para pengusaha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, baik pusat maupun daerah, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Ia menjelaskan, sejak awal masa pemerintahannya, penguatan sektor ekonomi—terutama pemenuhan kebutuhan pangan—menjadi prioritas utama dalam pembangunan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh kemampuan negara dalam menjamin kebutuhan dasar masyarakat.

Presiden juga menyampaikan bahwa Indonesia telah mencatat kemajuan signifikan dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan dalam waktu relatif singkat. Capaian tersebut, menurutnya, menjadi bukti nyata sekaligus meningkatkan kepercayaan diri bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Lebih lanjut, Prabowo mengingatkan bahwa situasi geopolitik dunia masih diliputi ketidakpastian. Berbagai konflik di sejumlah kawasan berdampak pada rantai pasok global, serta memengaruhi harga pangan dan energi.

Di tengah dinamika tersebut, Indonesia tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas dan aktif atau nonblok yang telah diwariskan para pendiri bangsa. Indonesia, kata Presiden, tidak akan bergabung dengan blok atau pakta militer mana pun.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus mengedepankan kebijakan bertetangga baik dengan membangun hubungan harmonis dengan seluruh negara, serta mendorong penyelesaian berbagai persoalan melalui dialog dan jalur damai.

Menurut Presiden, sebagai negara besar, Indonesia harus bersikap bijak, sabar, dan tidak mudah terprovokasi dalam menghadapi berbagai tantangan global.