Kemendes Gandeng Jepang, 30.000 Pemuda Desa Disiapkan Ikuti Magang

0
55
Foto: Kemendes

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menargetkan sedikitnya 30.000 pemuda desa untuk mengikuti program magang dan beasiswa di Jepang. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menyiapkan generasi muda yang mampu mengembangkan potensi ekonomi desa.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menjelaskan bahwa program tersebut akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan Exceed Cooperative Japan. Para peserta tidak hanya akan memperoleh pengalaman kerja dan pelatihan di Jepang, tetapi juga dipersiapkan menjadi penggerak pembangunan desa setelah kembali ke Indonesia.

“Kami akan melakukan pemetaan dan pendetailan program agar berjalan optimal. Sepuluh asosiasi desa akan dilibatkan untuk memenuhi kebutuhan dari Exceed Cooperative Japan yang mencapai minimal 30.000 peserta,” ujar Yandri saat menerima audiensi Exceed Cooperative Japan dan Hakko Fukushikai Foundation Japan di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Menurut Yandri, kerja sama ini memberikan manfaat bagi kedua negara. Indonesia memiliki jumlah tenaga kerja usia produktif yang besar, sementara Jepang tengah menghadapi penurunan populasi usia kerja.

Melalui program bertajuk “Pemuda Bangun Desa, Bangun Indonesia”, peserta akan mengikuti skema beasiswa dan magang di berbagai sektor. Setelah menyelesaikan program, mereka diharapkan kembali ke Indonesia untuk menjadi agregator desa yang mampu mengembangkan potensi ekonomi sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

“Kami akan menandatangani MoU untuk program ini. Peserta usia produktif akan diberangkatkan ke Jepang melalui skema beasiswa dan magang, lalu kembali sebagai penggerak pembangunan desa,” tambah Yandri.

Untuk mendukung pelaksanaan, Kemendes PDT akan menggandeng sepuluh asosiasi desa dalam proses seleksi peserta. Selain itu, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga akan dilibatkan, termasuk dalam mendukung kebutuhan keberangkatan yang direncanakan mulai tahun depan.

Sementara itu, Presiden Director Exceed Cooperative Japan, Watanabe Daisuke, menyampaikan bahwa kebutuhan tenaga kerja di Jepang terus meningkat akibat menurunnya jumlah penduduk usia produktif. Dalam tujuh tahun terakhir, organisasinya telah bekerja sama dengan Indonesia untuk penempatan tenaga kerja di berbagai sektor, seperti kesehatan, logistik, konstruksi, manufaktur, dan pertanian.

Kerja sama ini akan ditindaklanjuti melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama di Osaka, Jepang, sebagai dasar pelaksanaan program magang dan beasiswa bagi pemuda desa Indonesia.