Pemerintah Pastikan Harga Beras Seragam, Bulog Diminta Jaga Stok

0
79
Foto: Kementan

(Vibizmedia – Alor, NTT) Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa harga beras harus seragam di seluruh Indonesia dan sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Penegasan tersebut disampaikan setelah ia melakukan pengecekan langsung terhadap ketersediaan beras di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (8/8/2026).

Amran meminta Perum Bulog bersama jajaran terkait untuk menjaga ketersediaan stok serta memastikan tidak terjadi lagi lonjakan harga hingga Rp17 ribu–Rp30 ribu per kilogram, khususnya di wilayah kepulauan yang menghadapi kendala distribusi seperti Alor.

Menurutnya, kondisi stok beras nasional yang kuat harus benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke daerah terpencil melalui pasokan yang cukup dan harga yang terjangkau.

“Harga beras harus sama seperti di Jakarta. Kami sudah cek, sebelumnya sempat mencapai Rp25 ribu hingga Rp30 ribu. Sekarang stok sudah tersedia di gudang dan kondisinya aman. Tidak boleh lagi ada harga setinggi itu,” tegasnya.

Ia juga meminta Bulog bersama pemerintah daerah memastikan pasokan beras terus tersedia dan tidak terjadi kekosongan stok yang dapat memicu kenaikan harga, terutama di wilayah dengan tantangan distribusi.

“Gudang harus selalu terisi. Jangan sampai ada kekosongan saat masyarakat membutuhkan. Harganya harus tetap sesuai dengan di Jakarta,” ujarnya.

Amran menambahkan, pemerintah memiliki cadangan beras yang cukup untuk melakukan intervensi ketika terjadi gejolak harga. Oleh karena itu, distribusi beras harus segera dilakukan ketika diperlukan, termasuk melalui operasi pasar dan program pasar murah.

“Kita memiliki stok yang sangat kuat. Jika ada kebutuhan, segera keluarkan ke pasar dan lakukan operasi pasar di wilayah yang membutuhkan,” katanya.

Kunjungan kerja ke Alor dilakukan setelah menerima aspirasi dari seorang mahasiswa asal daerah tersebut, Adriano Padama, yang menyampaikan tingginya harga beras akibat kendala distribusi. Aspirasi itu disampaikan saat Amran memberikan kuliah umum di Universitas Diponegoro, Jawa Tengah.

Menanggapi hal tersebut, Amran memutuskan turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya sekaligus mempercepat penanganan. Bahkan, agenda rapat pimpinan di Jakarta dibatalkan demi kunjungan tersebut.

“Saya mengapresiasi aspirasi yang disampaikan karena mewakili suara masyarakat. Ini menunjukkan kepedulian terhadap kondisi daerah,” ujarnya.

Selain memastikan stabilitas harga, Kementerian Pertanian juga menyiapkan langkah lanjutan untuk memperkuat produksi pangan di Alor guna mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

Pemerintah memberikan dukungan benih padi untuk pengembangan hingga 3.000 hektare serta pengembangan jagung seluas 3.000 hektare. Program ini akan diperkuat dengan penyediaan alat dan mesin pertanian serta pompa di wilayah yang memiliki sumber air.

Amran menilai pengembangan padi dan jagung menjadi solusi yang relatif cepat memberikan hasil karena dapat dipanen dalam waktu beberapa bulan, sehingga mampu meningkatkan ketersediaan pangan sekaligus pendapatan masyarakat.