Indonesia–Jerman Buka Peluang Baru di Energi Terbarukan, Semikonduktor dan Vokasi

0
240
Foto: Kemenko Perekonomian

(Vibizmedia – Jakarta) Hubungan ekonomi Indonesia dan Jerman terus berkembang dengan terbukanya peluang kerja sama di berbagai sektor strategis. Kemitraan kedua negara mencakup bidang investasi, energi terbarukan, semikonduktor, hingga pengembangan pendidikan vokasi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Jerman merupakan salah satu mitra penting bagi Indonesia. Saat ini, lebih dari 250 perusahaan Jerman telah menjalankan kegiatan bisnis dan beroperasi di Indonesia. Nilai investasi Jerman di Indonesia secara kumulatif sepanjang 2021–2026 tercatat mencapai USD1,23 miliar.

Hal tersebut disampaikan Menko Airlangga dalam konferensi pers seusai pertemuan dengan Menteri Federal untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman Reem Alabali Radovan beserta delegasi bisnis Jerman dalam forum bertajuk Indonesia-Germany Economic Partnership: Strengthening Partnership, Investment and Future Cooperation di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah peluang kerja sama yang dinilai strategis bagi kedua negara. Salah satunya adalah pengembangan berbagai proyek energi terbarukan yang saat ini tengah dipersiapkan. Indonesia juga melihat peluang untuk memperkuat rantai nilai industri semikonduktor melalui kerja sama dengan Jerman. Di samping itu, pendidikan vokasi turut menjadi perhatian karena Jerman memiliki pengalaman dan keunggulan yang kuat dalam sistem pendidikan berbasis keterampilan tersebut.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai perkembangan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Kesepakatan perdagangan dan kemitraan ekonomi antara Indonesia dan Uni Eropa tersebut diharapkan dapat ditandatangani pada tahun ini sehingga semakin membuka ruang bagi peningkatan perdagangan, investasi, dan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan negara-negara Eropa.

Airlangga juga menjelaskan bahwa Jerman memiliki posisi strategis dalam Just Energy Transition Partnership (JETP). Bersama Jepang, Jerman berperan sebagai co-leading International Partners Group (IPG). Melalui skema tersebut, berbagai proyek transisi energi yang telah mendapatkan komitmen pendanaan mencapai USD21,4 miliar.

Indonesia selanjutnya berupaya mempercepat pengembangan proyek-proyek energi hijau dengan memperluas akses terhadap sumber pembiayaan. Salah satu lembaga yang dinilai memiliki potensi untuk mendukung pembiayaan tersebut adalah KfW (Kreditanstalt für Wiederaufbau), bank pembangunan dan investasi milik Pemerintah Jerman.

Menurut Airlangga, kerja sama dengan Jerman tidak hanya berpeluang dikembangkan dalam aspek investasi dan pembiayaan, tetapi juga dalam bidang yang menjadi kekuatan industri Jerman. Beberapa di antaranya adalah riset terapan, precision manufacturing, serta penerapan standar industri. Keunggulan tersebut dinilai dapat menjadi basis bagi pengembangan kerja sama yang lebih luas pada pertemuan-pertemuan berikutnya.

Menteri Federal untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman Reem Alabali Radovan menegaskan komitmen negaranya untuk terus memperkuat hubungan dengan Indonesia, baik dalam bidang ekonomi maupun pembangunan.

Menurut Reem, perusahaan-perusahaan Jerman memiliki peluang besar untuk meningkatkan kontribusinya terhadap agenda pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Sektor energi terbarukan menjadi salah satu bidang yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui keterlibatan dunia usaha dari kedua negara.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menilai keterlibatan sektor swasta merupakan elemen penting dalam menerjemahkan hubungan bilateral Indonesia dan Jerman ke dalam kerja sama yang lebih nyata. Pertemuan antara pemerintah dan delegasi bisnis kedua negara diharapkan dapat mempertemukan berbagai peluang investasi dengan kebutuhan pembangunan sehingga dapat menghasilkan proyek-proyek konkret.

Menurut Haryo, penguatan kemitraan Indonesia–Jerman ke depan perlu diarahkan pada kerja sama yang menghasilkan nilai tambah bagi kedua negara. Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dinilai dapat mempercepat tindak lanjut berbagai peluang yang telah dibahas sekaligus mendorong terbentuknya proyek dan investasi yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dan Jerman.