Kopi Jawa Barat Tembus Inggris, Java Halu Coffee Ekspor 10 Ton Senilai Rp2,64 Miliar

0
54
Foto: Java Halu Coffee

(Vibizmedia – Bandung, Jawa Barat) Kementerian Perdagangan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat melepas ekspor 10 ton biji kopi mentah (green bean) produksi Java Halu Coffee ke Inggris. Komoditas tersebut memiliki nilai ekspor sebesar USD155 ribu atau sekitar Rp2,64 miliar. Pelepasan ekspor dilakukan di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (18/8).

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi mengatakan, ekspor tersebut semakin memperlihatkan daya saing kopi Indonesia di pasar global. Keberhasilan Java Halu Coffee juga menjadi gambaran pentingnya sinergi antara pelaku usaha, pemerintah pusat dan daerah, serta pemangku kepentingan lainnya dalam memperkuat ekosistem ekspor.

Menurut Puntodewi, dukungan dan pendampingan yang tepat dapat membantu UMKM meningkatkan kapasitas sekaligus membuka akses ke pasar internasional.

“Pelepasan ekspor kali ini merupakan bukti nyata bahwa UMKM yang diberikan wadah dan pendampingan tepat sanggup menembus pasar dunia. Semoga pelepasan ekspor ini menjadi pemantik semangat bagi UMKM kopi lainnya di Jawa Barat dan seluruh Indonesia untuk berani mendunia,” ujarnya.

Ia menilai ekspor Java Halu Coffee juga mencerminkan keberhasilan kerja sama pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan UMKM yang berorientasi ekspor. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat semakin banyak membuka peluang bagi pelaku usaha kopi di Jawa Barat maupun daerah lain untuk meningkatkan mutu produk dan memperkuat daya saing di pasar internasional.

Puntodewi turut mengapresiasi konsistensi Java Halu Coffee dalam mengembangkan pasar luar negeri sejak 2019. Saat ini, produk kopi perusahaan tersebut telah menjangkau sejumlah negara, termasuk kawasan Timur Tengah, Jepang, Australia, Korea Selatan, Turki, Inggris, dan Amerika Serikat.

Perluasan pasar tersebut merupakan hasil dari proses yang panjang, konsistensi menjaga kualitas, serta dukungan berbagai pihak. Kemendag melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional juga telah memberikan fasilitasi dalam bentuk promosi dan pembukaan akses ke pasar internasional.

“Rekam jejak Java Halu Coffee di panggung internasional cukup jelas. Pada 2023, Java Halu Coffee kami fasilitasi untuk tampil pada World of Coffee di Athena, Yunani, serta International Coffee & Chocolate Exhibition di Riyadh, Arab Saudi. Kami juga mengapresiasi konsistensi Java Halu Coffee yang hadir di Trade Expo Indonesia hampir setiap tahun,” kata Puntodewi.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menilai keberhasilan ekspor tersebut memperkuat bukti bahwa kopi asal Jawa Barat memiliki kualitas dan potensi untuk bersaing di pasar dunia.

“Pelepasan ekspor ini menjadi bukti bahwa kopi Jawa Barat memiliki potensi dan kualitas untuk menembus pasar ekspor. Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus mendorong pelaku usaha agar produk-produk unggulan Jawa Barat semakin dikenal dan diterima di pasar global,” ujarnya.

Direktur Java Halu Coffee Rani Mayasari juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan pendampingan sejak perusahaan mulai mengembangkan pasar ekspor pada 2019.

Menurut Rani, keberhasilan ekspor tersebut tidak hanya menjadi pencapaian bagi perusahaan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah dan penerimaan devisa bagi Indonesia.

“Satu momen membanggakan kami bisa menyumbangkan devisa bagi negara dan khususnya perekonomian Jawa Barat. Kami ucapkan terima kasih atas dukungan dan kolaborasi yang sangat strategis dan baik antara pemerintah daerah Bandung Barat, pemerintah provinsi Jawa Barat, Bank Indonesia, dan Kementerian Perdagangan,” tuturnya.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag Miftah Farid, Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Kemendag Bayu Nugroho, Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail, serta Pimpinan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Barat Junanto Herdiawan.

Dorong Nilai Tambah Kopi Indonesia

Puntodewi menegaskan, penguatan ekspor kopi Indonesia tidak seharusnya berhenti pada pengiriman biji kopi mentah. Indonesia perlu meningkatkan pengolahan di dalam negeri sehingga produk yang diekspor memiliki nilai tambah lebih tinggi. Di saat yang sama, identitas dan merek kopi Indonesia perlu diperkuat agar semakin dikenal di pasar internasional.

“Indonesia tidak kekurangan kopi berkualitas. Kita memiliki kopi dari berbagai daerah dengan karakteristik dan cita rasa yang berbeda. Keunggulan tersebut perlu diterjemahkan menjadi diferensiasi produk dan kekuatan merek yang mampu memberikan nilai tambah lebih tinggi,” tegasnya.

Menurut dia, peningkatan produktivitas juga harus dibarengi dengan pembenahan rantai pasok. Kopi yang dihasilkan petani perlu terhubung secara lebih efektif dengan pengolah, agregator, roastery, eksportir, hingga pembeli di pasar internasional.

Selain itu, aspek ketertelusuran (traceability) dan keberlanjutan semakin menjadi faktor penting untuk memenuhi standar dan permintaan konsumen global.

“Semakin besar nilai tambah yang kita ciptakan di dalam negeri, semakin besar pula nilai ekonomi yang dapat dinikmati masyarakat dan semakin luas kesempatan kerja yang tercipta,” tambah Puntodewi.

Penguatan kualitas, hilirisasi, penjenamaan, dan keberlanjutan tersebut diharapkan dapat membuat kopi Indonesia tidak hanya dikenal sebagai komoditas unggulan, tetapi juga mampu menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar bagi petani, pelaku usaha, dan perekonomian nasional.