Kemendag dan HKTI Perkuat Kolaborasi Bangun Ekosistem Pangan Nasional

0
28
Foto: Kemendag

(Vibizmedia – Jakarta) Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti menerima audiensi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (24/8/2026). Pertemuan tersebut membahas rencana penyelenggaraan Innofood Expo & Forum 2026 sekaligus peluang penguatan kerja sama dalam pengembangan sektor pangan.

Dalam audiensi tersebut, perwakilan HKTI memaparkan rencana dan agenda Innofood Expo & Forum 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 8–11 Oktober 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, Banten. Kegiatan ini mengangkat isu inovasi pangan, ketahanan pangan, serta keberlanjutan sebagai bagian dari upaya mendorong transformasi sektor pangan Indonesia.

Wamendag Roro menyambut baik rencana tersebut dan menegaskan keterbukaan Kementerian Perdagangan untuk membangun sinergi dalam berbagai kegiatan yang dapat memperkuat ekosistem pangan nasional. Menurutnya, forum yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, petani, inovator, dan pemangku kepentingan lainnya dapat membuka lebih banyak ruang kolaborasi sekaligus menciptakan peluang perdagangan.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi penting untuk memastikan produk pangan Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, tetapi juga memiliki daya saing untuk memasuki pasar internasional,” ujar Roro.

Ia menilai penguatan ekosistem pangan perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian, pengolahan pascapanen, pengembangan produk bernilai tambah, hingga perluasan akses pasar.

Dalam konteks tersebut, inovasi menjadi salah satu faktor penting. Pemanfaatan teknologi dan pengembangan produk pangan baru dapat membantu meningkatkan efisiensi produksi, memperpanjang rantai nilai, serta menciptakan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Mengenal HKTI

Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) merupakan organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang pertanian dan menjadi wadah bagi petani serta pemangku kepentingan sektor pertanian. HKTI berdiri pada 27 April 1973 dan memiliki tujuan memperjuangkan kepentingan petani sekaligus mendorong pembangunan pertanian Indonesia.

Dalam perkembangannya, HKTI berperan sebagai salah satu organisasi yang menyuarakan kepentingan petani dalam berbagai isu, termasuk peningkatan kesejahteraan petani, akses terhadap sarana produksi, penguatan kelembagaan petani, pengembangan teknologi pertanian, serta peningkatan akses pasar.

Peran tersebut menjadi semakin relevan ketika sektor pertanian menghadapi tantangan berupa perubahan iklim, perkembangan teknologi, tuntutan keberlanjutan, perubahan pola konsumsi, serta kebutuhan untuk meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia.

Melalui berbagai kegiatan dan forum, HKTI juga dapat menjadi penghubung antara petani, dunia usaha, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendorong pengembangan sektor pertanian dan pangan secara lebih terintegrasi.

Dorong Inovasi dan Perluasan Pasar

Innofood Expo & Forum 2026 diharapkan menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan berbagai pihak dalam ekosistem pangan. Tidak hanya menampilkan produk dan inovasi, forum tersebut dapat menjadi sarana pertukaran informasi, pengembangan jejaring bisnis, serta penjajakan peluang kerja sama.

Bagi Kementerian Perdagangan, kegiatan semacam ini memiliki relevansi dengan upaya memperkuat perdagangan produk pangan Indonesia. Produk pertanian dan pangan yang memiliki kualitas serta nilai tambah dapat diarahkan tidak hanya untuk memenuhi permintaan domestik, tetapi juga dikembangkan sebagai komoditas ekspor.

Karena itu, sinergi antara pemerintah dan organisasi seperti HKTI dinilai penting untuk memperkuat keterhubungan antara sektor produksi dan pasar. Penguatan tersebut mencakup peningkatan kualitas produk, pengolahan, penjenamaan, sertifikasi, hingga akses terhadap pasar yang lebih luas.

Pertemuan antara Kemendag dan HKTI diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi produk dan pelaku usaha Indonesia untuk berkembang di pasar domestik maupun global.

Wamendag Roro dalam pertemuan tersebut didampingi Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Miftah Farid dan Direktur Pemasaran Produk Dalam Negeri Dewi Rokhayati.