Indonesia-Malaysia Perkuat Perdagangan Perbatasan, BTA 2023 Jadi Penggerak Ekonomi

0
53
Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, bersama Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Datuk Seri Johari Abdul Ghani, (Foto: Kemendag)

(Vibizmedia – Nasional) Indonesia dan Malaysia sepakat memperkuat konektivitas ekonomi serta perdagangan lintas batas, khususnya di kawasan Entikong–Tebedu. Optimalisasi Border Trade Agreement (BTA) 2023 menjadi salah satu langkah strategis untuk memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat di kedua negara.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Pertemuan Tingkat Menteri ke-4 Joint Trade and Investment Committee (JTIC) Indonesia–Malaysia di Jakarta, Kamis (3/9/2026). Pertemuan dihadiri Menteri Perdagangan RI Budi Santoso dan Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia Datuk Seri Johari Abdul Ghani.

BTA 2023 mulai berlaku pada 29 Mei 2026 setelah kedua negara menyelesaikan prosedur internal dan menyampaikan notifikasi melalui jalur diplomatik. Kedua menteri berharap implementasi perjanjian tersebut semakin memudahkan perdagangan resmi di kawasan perbatasan.

“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi Indonesia-Malaysia melalui berbagai mekanisme bilateral. Kami bersama-sama mengefektifkan implementasi BTA serta memfasilitasi perdagangan perbatasan dan mendukung konektivitas ekonomi,” ujar Budi.

Untuk memastikan perdagangan Entikong–Tebedu berjalan lebih lancar, kedua negara mendorong otoritas terkait meningkatkan koordinasi dan segera menyelesaikan berbagai persoalan yang masih menghambat aktivitas perdagangan.

Selain BTA, Indonesia dan Malaysia juga menyambut berlakunya Border Crossing Agreement (BCA) 2023 pada 17 Juli 2026. Perjanjian ini diharapkan semakin memudahkan pergerakan lintas batas dan memperkuat hubungan ekonomi masyarakat kedua negara.

Kerja sama bilateral juga diperluas melalui pembahasan akses pasar produk pertanian dan pangan, penguatan hubungan antarpelaku usaha, hingga sinergi KADIN Indonesia dengan MATRADE. Di bidang investasi, kedua negara mendorong penguatan peran Malaysia-Indonesia Investment Committee Working Group (MIIC-WG).

Kedua menteri turut mendorong kerja sama di sektor e-commerce, pertanian, halal, dan standardisasi agar menghasilkan tindak lanjut konkret.

Hubungan dagang kedua negara menunjukkan tren positif. Pada Januari–Juli 2026, perdagangan Indonesia–Malaysia mencapai USD16,83 miliar, tumbuh 21,01 persen dibandingkan periode yang sama 2025 sebesar USD13,91 miliar.

Dengan penguatan perdagangan perbatasan, akses pasar, investasi, dan konektivitas, Indonesia dan Malaysia berharap hubungan ekonomi kedua negara semakin produktif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.