Tertahan Pergerakannya, Rupiah Senin Ditutup Hampir Flat ke Level Rp17.635/USD

0
61
Vibizmedia Photo

(Vibizmedia – Economy) – Nilai tukar rupiah terhadap dollar dalam pergerakan pasar uang Senin sore ini (7/9), ditutup melandai, memangkas loss dari sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa merangkak naik setelah menguat di sesi global sebelumnya.

Rupiah terhadap dollar AS sore mendatar dengan melemah tipis 0,01% atau 2 poin ke level Rp 17.635 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.633. Rupiah terpantau tertahan di sekitar area hampir 4 bulan tertingginya.

Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka menguat ke Rp 17.631 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.655, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp17.635.

Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa menurun setelah menguat di sesi global sebelumnya, menghampiri 1,5 minggu terendahnya oleh menguatnya yen Jepang di antara investor juga mengamati tekanan inflasi AS dari melejitnya harga minyak dunia yang akan mendorong kenaikan suku bunga the Fed segera.

Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini turun ke 98,96, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 99,16.

Sementara itu, IHSG Senin di akhir sesi terpantau melemah 16,802 poin (0,25%) ke level 6.619,673, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed oleh rilis NFP yang kuat dan memicu prediksi the Fed mempercepat kenaikan suku bunganya, dan tensi panas geopolitik Timur Tengah, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan dalam koreksi oleh kekhawatiran pasar atas the Fed yang akan hawkish.

 

Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Eropa beranjak turun. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp17.855 – Rp17.600.

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting