Hadapi El Nino dan Dampak Erupsi, Pemerintah Perpanjang Bantuan Beras hingga Akhir Tahun

0
720
Foto: Kemenko Perekonomian
(Vibizmedia – Jakarta) Pemerintah memperketat langkah mitigasi guna mengantisipasi ancaman fenomena iklim El Nino sekaligus meredam dampak guncangan ekonomi akibat erupsi beruntun sejumlah gunung berapi. Kepastian ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Ancaman El Nino dan Keberlanjutan Bantuan Pangan

Fenomena El Nino—yang berpotensi memicu kekeringan panjang, mengganggu siklus tanam, serta mengancam ketahanan pangan nasional—menjadi salah satu fokus utama perhatian pemerintah.
Sebagai langkah antisipasi untuk menjaga daya beli dan ketahanan pangan masyarakat dari gempuran kemarau ekstrem tersebut, Presiden Prabowo menginstruksikan perpanjangan program bantuan pangan beras.
Realisasi saat ini penyaluran bantuan beras telah mencapai total 30 kg per keluarga penerima manfaat hingga periode September 2026.
Perpanjangan program akan dilakukan. Bantuan dipastikan terus berlanjut untuk tiga bulan berikutnya, yakni pada Oktober, November, dan Desember 2026.

Mitigasi Dampak Erupsi Gunung Berapi dan Kelancaran Logistik

Di saat bersamaan, pemerintah memantau secara mendalam kontraksi ekonomi yang terjadi di daerah-daerah terdampak letusan gunung berapi. Menko Airlangga mengungkapkan bahwa erupsi yang melanda lima hingga enam gunung berapi di Indonesia secara bersamaan telah menurunkan mobilitas warga dan melumpuhkan sektor vital.
Gangguan paling signifikan terdeteksi pada jalur penerbangan, yang berdampak langsung pada pengiriman kargo dan kelancaran arus logistik nasional. Pemerintah terus mengevaluasi durasi pembatasan ruang udara ini guna meminimalkan kerugian ekonomi yang lebih luas.
Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menambahkan bahwa seluruh jajaran pemerintah berkomitmen penuh untuk memadukan penanganan bencana dengan perlindungan sosial. Langkah ini dilakukan agar rantai distribusi bahan pokok tetap terjaga dan pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan.