Indonesia Matangkan Stadion Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

0
59
Foto: Kemenpora

(Vibizmedia – Jakarta) Persiapan Indonesia menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 memasuki tahap akhir. Ketua Umum PSSI Erick Thohir meninjau langsung sejumlah stadion dan lapangan yang akan digunakan untuk pertandingan maupun latihan pada Selasa (8/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas memenuhi kebutuhan turnamen, mulai dari kualitas lapangan hingga fasilitas pendukung bagi pemain dan ofisial.

Sejumlah venue yang diperiksa Erick meliputi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Stadion Madya, Lapangan ABC Senayan, dan Stadion PTIK Jakarta.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari persiapan Indonesia sebagai tuan rumah Premier Division FIFA ASEAN Cup 2026. Turnamen ini merupakan kompetisi baru yang berada di bawah payung FIFA dan mempertemukan negara-negara di kawasan Asia Tenggara bersama sejumlah negara undangan. FIFA ASEAN Cup dijadwalkan berlangsung pada akhir September hingga awal Oktober 2026.

Mengecek Kondisi SUGBK

Di SUGBK, Erick Thohir memeriksa langsung kondisi lapangan, terutama kualitas rumput yang akan menjadi arena utama pertandingan. Sejumlah petugas terlihat melakukan pemeliharaan sebagai bagian dari persiapan menjelang turnamen.

Direktur Utama Pusat Pengelola Komplek Gelora Bung Karno (PPK-GBK), Rakhmadi Afif Kusumo, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas di kawasan GBK siap digunakan.

“Pengecekan untuk memastikan fasilitas-fasilitas siap untuk kegiatan FIFA ASEAN Cup 2026,” ujar Rakhmadi.

Menurut dia, secara umum kesiapan kawasan GBK sudah berada pada tahap matang. Untuk SUGBK, tingkat kesiapan disebut telah mencapai sekitar 86 persen.

SUGBK akan menjadi salah satu titik utama penyelenggaraan turnamen. Selain menjadi lokasi pertandingan Grup A, stadion tersebut juga diproyeksikan menjadi arena untuk pertandingan penting pada fase akhir kompetisi.

Sementara itu, Stadion Madya dan Lapangan ABC Senayan disiapkan sebagai fasilitas latihan. Keberadaan lapangan latihan menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan turnamen internasional karena setiap tim membutuhkan tempat latihan yang memadai, terawat, dan memiliki standar operasional yang sesuai.

Stadion PTIK untuk Mendukung Persiapan Tim

Setelah mengecek kawasan GBK, Erick melanjutkan kunjungan ke Stadion PTIK di Jalan Tirtayasa Raya, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Di stadion tersebut, Erick memeriksa sejumlah fasilitas yang akan mendukung aktivitas tim, termasuk kondisi lapangan, area transit pemain, hingga toilet.

Ia juga berkoordinasi dengan pengelola stadion dan jajaran PSSI mengenai berbagai kebutuhan yang perlu dipenuhi selama venue tersebut digunakan sebagai lokasi latihan.

“Saya akan ke sini lagi nanti, untuk membakar semangat para pemain,” ujar Erick.

Menurut Erick, persiapan venue tidak boleh hanya berorientasi pada pertandingan. Kebutuhan pemain selama menjalani pemusatan latihan dan persiapan pertandingan juga harus diperhatikan secara menyeluruh.

Fasilitas yang nyaman dan berkualitas diharapkan dapat membantu pemain berkonsentrasi penuh sehingga tim nasional dapat mempersiapkan diri secara optimal.

Mengantisipasi Abu Vulkanik

Salah satu persoalan yang turut menjadi perhatian dalam persiapan venue adalah dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang sempat menyebar ke sejumlah wilayah.

Rakhmadi mengatakan kawasan GBK turut terdampak, tetapi kondisi fasilitas secara keseluruhan masih dalam keadaan baik.

“Tentu kena dampak, kita bersihkan semua. Tadi sudah kita cek, sejauh ini masih baik semuanya dan tetap akan kita bersihkan kembali,” kata Rakhmadi.

Pembersihan tersebut menjadi bagian dari langkah mitigasi untuk memastikan lapangan pertandingan dan latihan tetap berada dalam kondisi optimal ketika digunakan oleh pemain dan ofisial dari berbagai negara.

Bagi penyelenggara, kualitas permukaan lapangan menjadi salah satu aspek yang tidak bisa ditawar karena dapat berpengaruh langsung terhadap keamanan pemain dan kualitas pertandingan.

FIFA ASEAN Cup, Turnamen Baru di Bawah FIFA

FIFA ASEAN Cup 2026 memiliki arti khusus karena merupakan kompetisi regional baru yang berada di bawah payung FIFA.

Untuk Premier Division, delapan negara ambil bagian dan dibagi ke dalam dua grup. Grup A dihuni Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Bangladesh, sementara Grup B terdiri atas Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan.

Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Premier Division. Dua stadion utama yang disiapkan untuk pertandingan adalah SUGBK di Jakarta dan Stadion Si Jalak Harupat di Bandung.

Format turnamen juga berbeda dari kompetisi sepak bola regional yang selama ini dikenal publik.

Dua juara grup akan langsung bertemu di final. Sementara itu, dua tim yang finis sebagai runner-up akan bertanding untuk memperebutkan posisi ketiga. Dengan demikian, tidak terdapat babak semifinal pada Premier Division.

Format tersebut membuat setiap pertandingan fase grup memiliki nilai strategis yang tinggi. Tim tidak hanya dituntut mengumpulkan poin, tetapi juga harus mampu finis sebagai juara grup untuk mendapatkan tiket langsung ke partai puncak.

Tiga Laga Indonesia di SUGBK

Sebagai tuan rumah, Timnas Indonesia akan memainkan seluruh pertandingan fase grup di SUGBK.

Garuda dijadwalkan menghadapi Singapura pada 25 September 2026, kemudian berhadapan dengan Malaysia pada 28 September, dan menutup fase grup melawan Bangladesh pada 1 Oktober 2026.

Jadwal tersebut memberikan keuntungan tersendiri bagi Indonesia karena seluruh pertandingan fase grup berlangsung di hadapan publik sendiri.

Dukungan suporter di SUGBK diharapkan menjadi energi tambahan bagi skuad Garuda sekaligus memberikan tekanan kepada lawan.

PSSI sendiri memastikan Indonesia dapat menurunkan pemain-pemain terbaiknya karena FIFA ASEAN Cup merupakan agenda resmi FIFA. Erick Thohir sebelumnya menyatakan bahwa seluruh pemain terbaik diharapkan dapat tampil untuk mengejar prestasi maksimal.

Persaingan Grup A

Persaingan Grup A diperkirakan menarik karena mempertemukan Indonesia dengan tiga lawan yang memiliki karakter berbeda.

Malaysia merupakan rival tradisional Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Singapura memiliki pengalaman panjang dalam kompetisi regional, sedangkan Bangladesh membawa karakter permainan Asia Selatan ke dalam turnamen.

Indonesia akan membuka perjalanan dengan menghadapi Singapura pada 25 September. Setelah itu, laga melawan Malaysia pada 28 September berpotensi menjadi salah satu pertandingan paling menarik di fase grup.

Pertandingan terakhir melawan Bangladesh pada 1 Oktober akan menjadi kesempatan bagi Garuda untuk memastikan posisi akhir di klasemen sekaligus mengejar tiket ke final.

Kesempatan Menunjukkan Kapasitas sebagai Tuan Rumah

Bagi Indonesia, FIFA ASEAN Cup 2026 bukan hanya tentang prestasi Timnas.

Turnamen ini juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan Indonesia dalam menyelenggarakan kompetisi sepak bola internasional.

Kesiapan stadion, kualitas lapangan latihan, pengelolaan pemain dan ofisial, keamanan, transportasi, pelayanan penonton, hingga koordinasi antarlembaga akan menjadi bagian dari penilaian terhadap kualitas penyelenggaraan.

Karena itu, pengecekan yang dilakukan Erick Thohir tidak semata-mata berkaitan dengan kondisi rumput. Persiapan venue merupakan bagian dari sistem yang lebih besar untuk memastikan seluruh rangkaian turnamen dapat berlangsung tanpa gangguan.

Menjaga Fokus Garuda

Di sisi lain, kesiapan fasilitas diharapkan dapat memberikan ketenangan kepada tim nasional. Pemain membutuhkan lingkungan yang mendukung agar dapat memusatkan perhatian pada persiapan teknis dan taktik.

Erick Thohir pun menekankan pentingnya memastikan seluruh kebutuhan pemain terpenuhi.

Dukungan fasilitas yang memadai, menurutnya, merupakan salah satu komponen yang dapat membantu tim mencapai performa terbaik.

Dengan pertandingan yang seluruhnya dimainkan di Jakarta pada fase grup, Indonesia memiliki keuntungan lain berupa minimnya kebutuhan perjalanan antarkota bagi skuad Garuda.

Jika mampu menjadi juara Grup A, Indonesia akan melangkah ke final yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Oktober 2026. Partai perebutan tempat ketiga juga digelar pada hari yang sama.

Bukan Sekadar Menjadi Tuan Rumah

Persiapan menuju FIFA ASEAN Cup 2026 pada akhirnya memiliki dua target yang berjalan bersamaan: memastikan Indonesia sukses sebagai penyelenggara dan membawa Timnas Indonesia meraih hasil terbaik.

Dari kualitas SUGBK hingga kesiapan lapangan latihan, setiap detail menjadi penting karena turnamen akan mempertemukan delapan tim di Premier Division.

Bagi Garuda, keuntungan bermain di kandang sendiri harus diterjemahkan menjadi performa di lapangan. Sementara bagi Indonesia sebagai tuan rumah, standar penyelenggaraan harus mencerminkan kesiapan negara dalam menggelar kompetisi internasional.

Dengan jadwal yang semakin dekat, pekerjaan rumah penyelenggara kini adalah memastikan seluruh venue benar-benar siap pada hari pertandingan.

Rumput harus dalam kondisi terbaik, fasilitas pemain harus berfungsi optimal, keamanan harus terjamin, dan seluruh kebutuhan tim peserta harus tersedia.

FIFA ASEAN Cup 2026 dengan demikian bukan hanya menjadi panggung bagi Timnas Indonesia untuk mengejar prestasi. Turnamen ini juga menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan bahwa sebagai tuan rumah, negara ini mampu menghadirkan penyelenggaraan sepak bola internasional yang profesional, aman, dan berstandar tinggi.