Antisipasi Lahar Dingin Gunung Sinabung, Kementerian PU Siagakan Infrastruktur Sabo Dam

0
45
Foto: Kementerian PU
(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperketat kesiapsiagaan infrastruktur pengendali banjir lahar dingin seiring meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Gunung api aktif setinggi 2.460 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut kini berada pada status Level III (Siaga), yang memicu potensi bahaya ganda berupa erupsi dan ancaman lahar hujan di sepanjang aliran sungai.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan pentingnya kesiapan fisik infrastruktur dan personel di lapangan untuk mengantisipasi dampak buruk terhadap keselamatan warga maupun akses jaringan logistik.
“Begitu terjadi bencana, kita harus segera bergerak di lapangan. Yang utama adalah memastikan akses masyarakat tetap terlayani. Kementerian PU akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait agar penanganan berjalan cepat,” ujar Menteri Dody.

Profil Singkat Gunung Sinabung dan Potensi Ancaman Vulkanik

Gunung Sinabung merupakan salah satu gunung api paling aktif di Sumatra Utara yang memiliki karakteristik erupsi eksplosif dan efusif. Endapan material vulkanik berskala besar—seperti debu, pasir, kerikil, hingga bongkahan batu besar—yang menumpuk di lereng atas berisiko tinggi tersapu air hujan deras. Kondisi ini berpotensi memicu banjir lahar dingin serta aliran debris meluncur deras menuju kawasan permukiman dan lahan pertanian warga di bagian hilir.

Pemeriksaan dan Peran 28 Bangunan Sabo Dam

Guna meredam ancaman material berbahaya tersebut, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan menerjunkan tim untuk memeriksa kelayakan fungsi seluruh jaringan Sabo Dam di kawasan Gunung Sinabung.
Jaringan Pengendali Sedimen yang dibangun bertahap sejak 2016 hingga 2019 ini mencakup 28 unit Sabo Dam yang tersebar di empat jalur sungai utama aliran Sinabung, yaitu  sungai Lau Borus, sungai Lau Perita, sungai Lau Perbaji, dan sungai Lau Bekerah.
Sabo Dam berfungsi menahan, menampung, serta memperlambat laju lahar dingin sebelum mencapai wilayah padat penduduk. Keberadaan struktur ini terbukti vital dalam meminimalisasi kerusakan infrastruktur jalan, jembatan, serta lahan pertanian di hilir.
Dengan status Siaga Gunung Sinabung yang masih berlangsung, Kementerian PU memastikan pemantauan fisik dan koordinasi lintas lembaga akan terus dilakukan secara intensif demi menjamin respons cepat saat kondisi darurat terjadi.