Tertekan 3 Hari, IHSG Jumat Siang Merosot ke Level 6.491

0
62

(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, Jumat siang ini (11/9), terpantau merosot signifikan 98,428 poin (1,49%) ke level 6.490,910 setelah dibuka turun ke level 6.552.792.

IHSG bergerak tergelincir di hari ketiga ke level 2 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah di tengah kekhawatiran meningkatnya inflasi dan kemungkinan naiknya suku bunga the Fed segera oleh memanasnya geopolitik Timur Tengah yang mengangkat harga minyak dunia di atas $100 per barrel, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir tertekan di hari keempatnya.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,45% atau 79 poin ke level Rp 17.610, dengan dollar AS di pasar uang Asia mendatar setelah melaju di sesi global sebelumnya, bangkit menanjak di antara naiknya harga minyak dan yields obligasi global, serta terkoreksinya euro setelah kenaikan suku bunga ECB.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.531, serta terpantau terkoreksi 2 hari menjauhi area 4 bulan tertinggi sebelumnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau melemah 36,546 poin (0,55%) ke level 6.552.792. Sedangkan indeks LQ45 turun 3,280 poin (0,50%) ke level 652,700. Siang ini melemah 98,428 poin (1,49%) ke level 6.490,910. Sementara LQ45 terlihat turun 9,790 poin (1,49%) poin ke level 646,700.

Tercatat saat ini sebanyak 133 saham naik, 521 saham turun dan 131 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 2,22%, dan Hang Seng yang turun 0,85%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi profit taking di hari ketiga, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah di tengah kekhawatiran meningkatnya inflasi dan kemungkinan naiknya suku bunga the Fed segera oleh harga minyak dunia yang melaju di atas $100 per barrel, serta mencermati Wall Street yang tertekan di hari keempatnya.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan masih di zona merah, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.787 dan 7.002. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,373 dan bila tembus ke level 6,230.

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group