Strategic Trade Management Buka Peluang Produk Indonesia Tembus Pasar Global

0
89
Mendag Busan pada pembukaan The 5th Annual Southeast Asia Forum on Export Controls (SEAFEC) 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta, 16 Sep (Foto: Kemendag)

(Vibizmedia – Industry) Pemerintah Indonesia melihat penerapan Manajemen Perdagangan Strategis (Strategic Trade Management/STM) sebagai peluang untuk memperkuat kepercayaan mitra dagang sekaligus memperluas akses produk Indonesia ke pasar global.

Kebijakan yang mengacu pada Resolusi Dewan Keamanan PBB (UNSCR) 1540 dan didukung Amerika Serikat (AS) tersebut dinilai dapat memperkuat sistem perdagangan tanpa menghambat aktivitas bisnis dan inovasi.

Menteri Perdagangan RI Budi Santoso mengatakan, STM dapat mendukung sejumlah program prioritas Kementerian Perdagangan (Kemendag), terutama Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, serta program Dari Lokal untuk Global.

“STM berpotensi meningkatkan kepercayaan mitra dagang dan membuka peluang bagi dunia usaha Indonesia, termasuk UMKM, untuk masuk pasar global,” ujar Mendag Busan dalam pidato pembukaan The 5th Annual Southeast Asia Forum on Export Controls (SEAFEC) 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (16/9).

Perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, produksi semikonduktor, hingga pengolahan mineral kritis membuat Indonesia perlu menjaga keseimbangan antara keterbukaan perdagangan dan keamanan. Karena itu, pengembangan STM nasional terus dikoordinasikan antarkementerian dan lembaga untuk memperkuat ketahanan nasional, daya saing usaha, serta budaya kepatuhan.

Apabila kerangka STM nasional dilanjutkan, penerapannya akan dilakukan secara bertahap agar dunia usaha dan institusi memiliki waktu untuk beradaptasi. Pemerintah mengarahkan sistem tersebut berbasis risiko sehingga pengendalian perdagangan strategis dapat diperkuat tanpa menjadi hambatan bagi perdagangan, industrialisasi, penelitian, inovasi, maupun akses teknologi.

Di tengah pergeseran pusat gravitasi ekonomi dunia ke kawasan Indo-Pasifik, Indonesia juga perlu mempertahankan perannya sebagai pusat produksi dan investasi regional. Komitmen terhadap UNSCR 1540 berjalan seiring dengan penguatan kerja sama perdagangan melalui RCEP, Masyarakat Ekonomi ASEAN, dan berbagai perjanjian perdagangan lainnya.

SEAFEC 2026 menjadi wadah pemerintah, organisasi internasional, akademisi, sektor swasta, dan pemangku kepentingan lainnya untuk bertukar pengalaman mengenai pengendalian ekspor. Forum regional ini diharapkan memperkuat koordinasi dan rantai pasok barang serta teknologi strategis.

Kuasa Usaha Ad Interim AS untuk ASEAN Thao Anh Tran menilai SEAFEC penting untuk membangun kerja sama regional melalui pertukaran praktik terbaik dan penyelarasan sistem pengelolaan perdagangan strategis, guna memperkuat keamanan teknologi, rantai pasok, dan masyarakat.