Parfum dan Gel Rambut IKM Indonesia Tembus Pasar Papua Nugini

0
97
Ekspor
Ekspor Parfum ke Papua Nugini. FOTO: KEMENPERIN

(Vibizmedia-Nasional) Produk industri kecil dan menengah (IKM) kosmetik Indonesia mulai memperluas penetrasi pasar internasional. PT Follow Me Indonesia, IKM binaan Kementerian Perindustrian, berhasil menembus pasar Papua Nugini melalui ekspor produk parfum dan gel rambut senilai sekitar USD40.436 atau setara Rp707 juta.

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu gambaran meningkatnya daya saing produk kosmetik dan wewangian buatan Indonesia di pasar global. Produk yang sebelumnya berkembang dari skala industri kecil tersebut kini telah mampu memenuhi standar pasar ekspor, termasuk Jepang dan Papua Nugini.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, semakin luasnya pasar ekspor menunjukkan produk kosmetik dalam negeri memiliki kualitas, keamanan, dan inovasi yang semakin kompetitif.

“Produk kosmetik buatan Indonesia semakin dipercaya di pasar dunia karena memiliki kualitas yang baik, aman, dan terbukti memberikan manfaat bagi konsumennya,” kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (16/9).

Sektor kosmetik nasional dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin memperhatikan kesehatan, kebugaran, kualitas, dan produk wellness. Kondisi tersebut membuka peluang bagi pelaku industri untuk memperkuat kapasitas produksi, inovasi, sekaligus membangun merek lokal yang mampu bersaing di pasar internasional.

Potensi tersebut tercermin dari kinerja ekspor industri kosmetik Indonesia yang pada 2025 mencapai USD473,8 juta. Angka tersebut meningkat 13,7 persen dibandingkan ekspor pada 2024 yang tercatat sebesar USD416,8 juta.

“Peningkatan kinerja ekspor ini menjadi bukti bahwa pelaku industri kosmetik dalam negeri terus berkembang dan meningkatkan kualitas serta jangkauan akses pasarnya,” ujar Agus.

Pertumbuhan juga terlihat pada subsektor parfum dan wewangian. Produk tersebut tidak lagi sekadar menjadi kebutuhan pelengkap, tetapi semakin melekat dengan gaya hidup masyarakat sehingga membuka peluang lahirnya wirausaha baru.

Berdasarkan data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) hingga Juli 2026, terdapat 1.655 pelaku industri kosmetik di Indonesia. Lebih dari 87 persen di antaranya merupakan IKM. Sementara hingga Agustus 2026, lebih dari 370 ribu produk kosmetik telah terdaftar di BPOM.

Berawal dari Industri Kecil

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita mengatakan keberhasilan PT Follow Me Indonesia menembus pasar Papua Nugini menjadi salah satu bukti hasil pembinaan terhadap IKM kosmetik nasional.

Menurutnya, ekspor tersebut menunjukkan bahwa produk parfum Indonesia semakin memiliki daya saing dan kualitas yang dapat diterima pasar internasional.

“Pelepasan produk ekspor ini merupakan salah satu bukti bahwa industri kosmetik, khususnya parfum, memiliki daya saing tinggi, kualitas produk yang diakui secara internasional, serta mampu bersaing di pasar global,” ujar Reni saat pelepasan ekspor PT Follow Me Indonesia ke Papua Nugini di Tangerang, Senin (14/9).

PT Follow Me Indonesia telah beroperasi hampir tiga dekade di industri wewangian. Perusahaan tersebut memulai usahanya dari skala industri kecil dan kemudian mengikuti program pembinaan, termasuk fasilitasi sertifikasi Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB).

Dari pembinaan tersebut, perusahaan secara bertahap meningkatkan kemampuan produksi dan memperluas akses pasar. Sebelum memasuki Papua Nugini, produk PT Follow Me Indonesia juga telah berhasil menembus pasar Jepang.

Papua Nugini dinilai menjadi pasar potensial bagi produk Indonesia karena faktor kedekatan geografis serta peluang perdagangan yang semakin terbuka.

Pembinaan Buka Jalan Ekspor

Direktur Industri Kimia, Sandang, dan Kerajinan Kemenperin Budi Setiawan menjelaskan, pembinaan terhadap PT Follow Me Indonesia telah dilakukan secara berkelanjutan.

Sejak 2023, perusahaan mengikuti fasilitasi kemitraan dan temu bisnis IKM kosmetik. Setahun kemudian, perusahaan memperoleh fasilitasi pameran Cosmetic Day serta mengikuti Program Restrukturisasi Mesin dan Peralatan Ditjen IKMA.

Melalui fasilitasi temu bisnis tersebut, PT Follow Me Indonesia juga membangun kemitraan dengan PT Indesso Aroma, perusahaan yang bergerak dalam penyediaan bahan baku parfum.

Budi berharap keberhasilan ekspor ke Papua Nugini dapat menjadi pintu masuk bagi produk kosmetik nasional lainnya untuk memperluas pasar di negara tersebut dan kawasan regional.

Sementara itu, pemilik PT Follow Me Indonesia Henry Suhardja mengatakan ekspor kali ini mencakup produk parfum dan gel rambut dengan nilai sekitar USD40.436.

“Kami berterima kasih dan bersyukur atas dukungan Ditjen IKMA Kemenperin serta seluruh pemangku kepentingan lainnya yang terus memberikan pembinaan kepada PT Follow Me Indonesia sebagai IKM binaan,” ujar Henry.

Menurut Henry, dukungan pembinaan membantu perusahaan meningkatkan kapasitas sekaligus memperluas pasar ekspor. Ia juga mendorong pelaku IKM lain untuk terbuka terhadap kolaborasi, meningkatkan kreativitas, dan membaca peluang pasar global.

Ekspansi PT Follow Me Indonesia ke Papua Nugini menunjukkan bahwa penguatan standar, kapasitas produksi, kemitraan, dan akses pasar dapat menjadi bagian penting dalam proses IKM kosmetik Indonesia naik kelas dan masuk ke rantai pasar internasional.