Dekat dengan 3 Minggu Terendah, IHSG Jumat Siang Melemah ke Level 6.440

0
105
Vibizmedia Picture

(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, Jumat siang ini (18/9), terpantau melemah 22,686 poin (0,35%) ke level 6.439,745 setelah dibuka naik ke level 6.512.569.

IHSG bergerak dalam area konsolidasi 4 hari terakhir dekat 3 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias menguat di tengah harga minyak dunia yang menurun dan sentimen positif global, serta mengikuti Wall Street yang semalam rebound dipimpin sektor teknologi.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini menguat tipis 0,03% atau 6 poin ke level Rp 17.737, dengan dollar AS di pasar uang Asia turun setelah melemah terbatas di sesi global sebelumnya, terkoreksi perlahan dari 7 minggu tertingginya di antara turunnya yields surat berharga AS dan harga minyak mentah dunia.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.743, serta terpantau masih di sekitar area 2 minggu terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau menguat 50,138 poin (0,78%) ke level 6.512.569. Sedangkan indeks LQ45 naik 0,410 poin (0,06%) ke level 648,790. Siang ini melemah 22,686 poin (0,35%) ke level 6.439,745. Sementara LQ45 terlihat turun 8,740 poin (1,35%) poin ke level 639,640.

Tercatat saat ini 207 saham naik, 406 saham turun dan 173 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau bias menguat, di antaranya Nikkei yang naik 1,59%, dan Hang Seng yang menanjak 0,67%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini konsolidasi di atas 3 minggu terendah sebelumnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias menguat di tengah harga minyak dunia yang menurun, serta mengikuti Wall Street yang rebound dipimpin sektor teknologi.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan sekitar rentang konsolidasi, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.712 dan 7.002. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,371 dan bila tembus ke level 6,230.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group