Bappenas, BRIN, dan LPDP Perkuat Ekosistem Talenta Riset dan Inovasi Nasional

0
68
Foto: Bappenas

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk memperkuat pengelolaan talenta di bidang riset dan inovasi. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem talenta yang lebih terintegrasi, berkesinambungan, dan mampu menghasilkan kontribusi bagi pembangunan nasional.

Upaya tersebut ditandai melalui kegiatan Puncak Indonesia Research and Innovation Fair (IRIFair) 2026 Road to Talent Fest Manajemen Talenta Nasional Bidang Riset dan Inovasi yang berlangsung di Kantor BRIN, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Sebagai Ketua Gugus Tugas Manajemen Talenta Nasional, Kementerian PPN/Bappenas memiliki peran dalam menyelaraskan kebijakan serta program pengembangan talenta yang melibatkan berbagai pihak. Kolaborasi tersebut mencakup kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, institusi penelitian, sektor usaha dan industri, hingga mitra pembangunan.

Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan pengembangan talenta riset dan inovasi dilakukan secara terarah, didukung data, serta selaras dengan kebutuhan pembangunan nasional.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan pembentukan talenta riset membutuhkan proses panjang dan berkelanjutan. Menurutnya, proses tersebut dimulai sejak potensi seseorang teridentifikasi hingga berkembang menjadi talenta yang mampu menghasilkan karya dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Talenta riset tidak lahir secara instan. Potensi perlu ditemukan sejak dini, kemudian diberi ruang untuk tumbuh melalui pembinaan, pengalaman riset, pendampingan, jejaring, dan akses terhadap ekosistem yang mendukung,” ujar Arif dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (26/9/2026).

Ia menambahkan, IRIFair menjadi salah satu sarana untuk menghubungkan berbagai tahapan perjalanan talenta, mulai dari munculnya rasa ingin tahu generasi muda hingga berkembang menjadi individu yang mampu menghasilkan karya dan memberikan dampak bagi Indonesia.

Pengembangan Manajemen Talenta Nasional juga tercantum dalam RPJMN 2025–2029 sebagai bagian dari agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia, sains, teknologi, dan inovasi. Khusus di sektor riset dan inovasi, kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat jumlah sekaligus kualitas SDM ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu mendukung kemajuan ilmu pengetahuan serta menghasilkan inovasi nasional.

Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, mengatakan tantangan pengembangan talenta tidak berhenti pada upaya menemukan individu yang memiliki potensi unggul. Hal yang tidak kalah penting adalah menjaga agar proses pengembangan talenta tidak terputus dari satu tahap ke tahap berikutnya.

Menurut Pungkas, Manajemen Talenta Nasional perlu menciptakan jalur yang berkesinambungan, mulai dari proses identifikasi, pembinaan, peningkatan kompetensi dan kepakaran, hingga tersedianya kesempatan bagi talenta untuk menghasilkan riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan.

“Yang kita bangun bukan sekadar kumpulan program, tetapi sebuah ekosistem yang menghubungkan talenta dengan pendidikan, fasilitas riset, jejaring, pendanaan, dunia usaha dan industri, serta peluang pengembangan karier,” katanya.

IRIFair 2026 sendiri telah berlangsung sejak 21 September 2026 dengan menghadirkan berbagai program yang menyasar talenta dari beragam jenjang. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembangunan talent pipeline di bidang riset dan inovasi.

Selain mengikuti kompetisi, peserta memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pendampingan dari para periset, mengenal fasilitas penelitian, mengikuti pelatihan, mempresentasikan hasil atau proyek riset, memperluas jejaring, serta memahami berbagai peluang pengembangan karier di sektor riset dan inovasi.

Direktur Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi BRIN, Endang Sulastri, mengatakan kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa perjalanan talenta dapat dirancang dan dikembangkan secara berkelanjutan.

“Mulai dari tumbuhnya minat dan potensi, kemudian pengembangan kompetensi dan rekam jejak hingga terbukanya kesempatan untuk bisa berkarier dan juga menghasilkan karya yang berdampak dan juga berkontribusi bagi pembangunan,” ujarnya.

Pada agenda Road to Talent Fest, perjalanan pengembangan talenta ditampilkan melalui sejumlah kegiatan, antara lain sesi “Talenta Bicara”, demonstrasi prototipe hasil riset, serta diskusi bertajuk “Connecting the Dots: The Future of Indonesia’s Research Talents”. Forum tersebut mempertemukan pandangan dari talenta, pemerintah, komunitas riset, dan sektor industri.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pengumuman pemenang kompetisi B-BRAVE, B-CREATIVE, dan BRINathon.

Pungkas menegaskan bahwa pembangunan talenta merupakan investasi yang membutuhkan waktu panjang. Menurutnya, talenta unggul tidak terbentuk hanya melalui satu program, kompetisi, maupun institusi, melainkan membutuhkan sistem yang mampu menemukan, mengembangkan, dan menjaga keberlanjutan potensi tersebut.

Melalui IRIFair 2026 Road to Talent Fest, pemerintah berharap tidak hanya memberikan ruang bagi talenta yang telah berkembang, tetapi juga memperkuat ekosistem yang dapat mendukung lahirnya generasi baru talenta riset dan inovasi Indonesia.