Kementan Perkuat Modernisasi Pertanian, 86.023 Unit Alsintan Dukung Produksi Pangan 2026

0
60
Foto: Kementan

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat modernisasi sektor pertanian sebagai strategi untuk meningkatkan produksi pangan nasional selama dua tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperluas dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) guna meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan usaha tani.

Pada 2026, Kementan menyalurkan dukungan sebanyak 86.023 unit alsintan untuk menunjang kegiatan pertanian, khususnya pada tahap prapanen. Pemanfaatan mekanisasi diharapkan dapat mempercepat proses pengolahan lahan dan penanaman, mengoptimalkan kebutuhan tenaga kerja, serta mengurangi biaya produksi.

Modernisasi tersebut menjadi semakin penting di tengah beragam tantangan yang dihadapi sektor pertanian, mulai dari perubahan iklim dan bencana alam hingga keterbatasan tenaga kerja, alih fungsi lahan, serta peningkatan kebutuhan pangan masyarakat. Penggunaan teknologi pertanian diharapkan dapat membantu petani menjaga produktivitas sekaligus meningkatkan efisiensi proses budidaya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa peralihan dari pola pertanian tradisional menuju sistem modern merupakan salah satu strategi pemerintah untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan.

“Langkah kami ada dua untuk mencapai swasembada, yaitu deregulasi dan transformasi pertanian dari tradisional ke modern,” ujar Amran di Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Transformasi pertanian dilakukan melalui pemanfaatan teknologi dan mekanisasi yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Selain mempercepat pekerjaan, penggunaan alsintan juga membantu meningkatkan ketepatan waktu pengolahan lahan dan penanaman, mengoptimalkan sumber daya, serta mengatasi sejumlah kendala dalam kegiatan budidaya.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Andi Nur Alamsyah, menjelaskan bahwa penyediaan alsintan merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat kapasitas produksi pertanian. Namun, keberhasilan mekanisasi sangat bergantung pada kesesuaian peralatan dengan karakteristik lahan, jenis komoditas, dan kebutuhan petani.

“Modernisasi pertanian harus berangkat dari kebutuhan petani dan kondisi lahan. Alsintan yang tepat dapat mempercepat pekerjaan, meningkatkan efisiensi penggunaan tenaga kerja, serta mendukung produktivitas. Karena itu, dukungan peralatan harus diikuti dengan pengelolaan dan pemanfaatan yang baik agar memberikan manfaat berkelanjutan,” jelas Andi.

Dari aspek teknis, mekanisasi pertanian berpotensi meningkatkan efisiensi waktu kerja hingga 97,4 persen, meningkatkan indeks pertanaman, serta menekan susut hasil menjadi sekitar 3,5–5,5 persen. Hasil yang dicapai dapat berbeda bergantung pada jenis pekerjaan, peralatan yang digunakan, dan kondisi penerapannya.

Beragam jenis alsintan memiliki peran berbeda dalam menunjang kegiatan usaha tani. Traktor roda empat digunakan untuk mengolah lahan hamparan, sedangkan traktor roda dua cocok untuk lahan yang lebih sempit dan kondisi tertentu, termasuk lahan terasering. Adapun traktor crawler dapat dimanfaatkan pada lahan berlumpur dalam sesuai spesifikasi alat.

Selain itu, pompa air membantu memenuhi kebutuhan pengairan, khususnya ketika ketersediaan air terbatas pada musim kemarau. Peralatan seperti alat tanam dan drone juga dapat mendukung kegiatan budidaya sesuai fungsi dan kebutuhan di lapangan.

Andi menegaskan bahwa efektivitas mekanisasi tidak hanya ditentukan oleh jumlah peralatan yang tersedia, tetapi juga ketepatan pemilihan dan penggunaannya.

“Dukungan alsintan harus sesuai dengan peruntukannya. Traktor, alat tanam, drone, dan pompa air memiliki fungsi berbeda dalam mendukung kegiatan usaha tani. Dengan pemilihan alat yang tepat, mekanisasi dapat membantu mempercepat pekerjaan dan meningkatkan efisiensi proses budidaya,” ujarnya.

Oleh karena itu, Kementan terus mendorong pemanfaatan alsintan secara optimal melalui pengelolaan yang baik dan penyesuaian teknologi dengan kebutuhan petani. Langkah ini penting agar bantuan pemerintah dapat memberikan dampak nyata dan berkelanjutan terhadap kegiatan produksi.

Melalui penguatan mekanisasi pertanian, Kementan berharap sistem produksi pangan nasional semakin efisien dan produktif. Modernisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat upaya mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.