KKP Perluas Konservasi Laut hingga 31,6 Juta Hektare, Pengawasan Illegal Fishing Diperkuat

0
75
Kapal patroli KKP beroperasi untuk mengawasi dan mencegah praktik penangkapan ikan ilegal (IUU fishing) di wilayah perairan Indonesia. (Foto: KKP)

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat upaya perlindungan ekosistem laut dan pengamanan sumber daya perikanan selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Hingga Oktober 2026, luas kawasan konservasi laut Indonesia tercatat mencapai 31,6 juta hektare. Bersamaan dengan itu, pengawasan terhadap praktik penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak sesuai ketentuan (illegal, unreported, and unregulated fishing atau IUU fishing) juga terus ditingkatkan.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mengatakan capaian tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan laut sekaligus melindungi kedaulatan sumber daya perikanan Indonesia.

“Capaian ini menunjukkan komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo untuk menjaga laut kita, baik dari sisi kelestarian ekosistem maupun kedaulatan sumber daya perikanan,” ujar Trenggono dalam siaran resmi di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Perluasan kawasan konservasi laut menjadi salah satu langkah strategis untuk melindungi habitat, mempertahankan keanekaragaman hayati, serta menjaga keberlanjutan stok ikan. Upaya ini juga penting untuk mempertahankan daya dukung ekosistem laut yang menjadi sumber mata pencaharian nelayan dan masyarakat pesisir.

Sementara itu, dari aspek pengawasan, KKP mencatat peningkatan jumlah kapal pelaku illegal fishing yang ditindak. Pada 2024, sebanyak 88 kapal diamankan, kemudian meningkat menjadi 355 kapal pada 2025. Hingga September 2026, jumlah kapal yang ditangkap mencapai 154 unit.

Trenggono menegaskan, perlindungan kawasan konservasi dan penindakan terhadap pencurian ikan merupakan dua langkah yang saling mendukung. Konservasi berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem, sedangkan pengawasan mencegah eksploitasi sumber daya perikanan secara ilegal.

“Laut yang sehat dan terlindungi dari pencurian ikan akan memberikan manfaat jangka panjang bagi nelayan dan generasi mendatang. Karena itu, KKP akan terus memperkuat pengawasan dan menjaga kawasan konservasi laut,” kata Trenggono.

Melalui kedua upaya tersebut, KKP berkomitmen menjaga kelestarian ekosistem laut sekaligus memastikan sumber daya perikanan Indonesia dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir serta generasi mendatang.