Menggerus Rebound Sebelumnya, IHSG Rabu Siang Merosot ke Level 5.179

0
109

(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, Rabu siang ini (28/10), terpantau melemah tajam 87,069 poin (1,65%) ke level 5.179,069 setelah dibuka turun ke level 5.249.069.

IHSG bergerak terkoreksi di hari ketiga mengarah ke oversold dalamnya – area 6 tahun terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias menguat menjelang keputusan suku bunga the Fed dan harga minyak mentah dunia yang menurun, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dalam gain dipicu rally sektor AI dan Semiconductor.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini merosot 0,83% atau 150 poin ke level Rp 18.175, dengan dollar AS di pasar uang Asia menanjak setelah menguat 3 hari di sesi global sebelumnya, rally ke 2 minggu terkuatnya menjelang pengumuman suku bunga the Fed yang diperkirakan akan bertahan.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp18.025, serta terpantau tergelincir ke sekitar 4,5 bulan terendahnya yang merupakan area rekor terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau melemah 17,061 poin (0,32%) ke level 5.249.069. Sedangkan indeks LQ45 turun 2,303 poin (0,43%) ke level 530,718. Siang ini IHSG melemah 87,069 poin (1,65%) ke level 5.179,069. Sementara LQ45 terlihat turun 7,104 poin (1,33%) poin ke level 525,917.

Tercatat saat ini 131 saham naik, 553 saham turun dan 104 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed menguat, di antaranya Nikkei yang naik 1,23%, dan Hang Seng yang naik 0,25%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini tertekan di hari ketiganya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias menguat menjelang keputusan suku bunga the Fed, serta mencermati Wall Street yang semalam dalam gain dipicu rally sektor AI dan Semiconductor.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan masih dalam bias tekanan, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 5.455 dan 5.912. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5,185 dan bila tembus ke level 4,907.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group