(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, Senin siang ini (2/11), terpantau rebound cukup signifikan 48,152 poin (0,95%) ke level 5.105,202 setelah dibuka turun ke level 5.039.539.
IHSG bergerak diawali dengan lanjut koreksi lalu rebound ke zona hijau, menjauhi area 6 tahun terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed dengan beragam pemicu dan tekanan pada sektor AI dan Semiconductor, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan dalam koreksi diseret sektor teknologi.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,14% atau 25 poin ke level Rp 18.145, dengan dollar AS di pasar uang Asia turun setelah menguat tipis di sesi global sebelumnya, pergerakan terbatas menjelang pemilu sela (midterm) di AS dan menuju rilis data NFP.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp18.120, serta terpantau melemah bertahap di hari kedua mendekati area rekor terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau melemah 17,611 poin (0,35%) ke level 5.039.539. Sedangkan indeks LQ45 turun 0,204 poin (0,04%) ke level 514,807. Siang ini IHSG menguat 48,152 poin (0,95%) ke level 5.105,202. Sementara LQ45 terlihat naik 4,024 poin (0,78%) poin ke level 519,035.
Tercatat saat ini 344 saham naik, 256 saham turun dan 116 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang turun 0,13%, dan Hang Seng yang naik 0,69%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini rebound ke zona hijau, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed dengan tekanan pada sektor AI dan Semiconductor, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan dalam koreksi diseret sektor teknologi.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan bertahan di zona hijau, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 5.455 dan 5.912. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 4,907 dan bila tembus ke level 4,881.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group









