500 Produk Riset Perguruan Tinggi Siap Dipamerkan dalam KSTI 2026 di Surabaya

0
86
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek Ahmad Najib Burhani (Paling Kanan). (Foto: Infopublik)

(Vibizmedia – Jakarta) Sebanyak 500 hasil riset perguruan tinggi dari berbagai wilayah Indonesia akan ditampilkan dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 yang berlangsung di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, pada 10–13 November 2026. Pameran ini menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menjembatani dunia penelitian dengan industri dan investor, sehingga inovasi yang dihasilkan kampus dapat dikembangkan menjadi produk yang bermanfaat sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Mohammad Fauzan Adziman, mengungkapkan bahwa 500 produk tersebut merupakan hasil seleksi dari sekitar 850 proposal yang diajukan perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Dalam Taklimat Media KSTI, KPPTI, dan KTJI 2026, Senin (2/11/2026), Fauzan menjelaskan bahwa penyelenggaraan KSTI tidak hanya berorientasi pada pameran hasil penelitian. Lebih dari itu, forum ini dirancang sebagai wadah pertemuan antara peneliti, pengembang teknologi, pelaku industri, dan investor untuk mendorong pengujian, pemanfaatan, pendanaan, hingga produksi inovasi.

Menurut Fauzan, pendekatan pameran akan berfokus pada persoalan yang dihadapi masyarakat beserta solusi teknologi yang dikembangkan oleh peneliti dalam negeri. Dengan demikian, pengunjung dapat memahami secara langsung masalah yang ingin diselesaikan melalui hasil riset nasional.

Berbagai inovasi yang dipamerkan meliputi teknologi asistif bagi penyandang disabilitas, kendaraan listrik, transportasi, mitigasi bencana, kesehatan, serta energi baru terbarukan. Sejumlah pengembangan juga ditujukan untuk memperkuat kapasitas industri nasional dan mengurangi ketergantungan pada teknologi dari luar negeri.

Di sektor teknologi asistif, salah satu produk yang menarik perhatian adalah kursi roda balap berbahan serat karbon hasil pengembangan perguruan tinggi Indonesia. Inovasi tersebut menunjukkan potensi riset nasional dalam menghasilkan perangkat mobilitas yang lebih ringan dan terjangkau bagi penyandang disabilitas.

Selain itu, tersedia teknologi pencetakan tiga dimensi atau 3D printing yang memungkinkan penyandang tunanetra mengenali bentuk dan gambar melalui indra peraba. Teknologi ini diharapkan dapat memperluas akses terhadap informasi sekaligus meningkatkan kemandirian penyandang disabilitas.

Sementara di bidang transportasi, pameran akan menampilkan pengembangan sepeda motor listrik serta riset mengenai desain dan teknologi kereta cepat. Untuk mendukung mitigasi bencana, terdapat inovasi pesawat nirawak atau unmanned aerial vehicle (UAV) yang mampu melakukan lepas landas dan pendaratan secara vertikal. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk pemetaan wilayah, operasi pencarian dan pertolongan, serta pemantauan daerah terdampak bencana.

Inovasi lainnya mencakup perangkat pendeteksi asap dan api untuk membantu mengidentifikasi potensi kebakaran hutan dan lahan sejak dini. Sistem pemantauan dan peringatan dini tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan serta mempercepat penanganan kebakaran.

Di bidang kesehatan, pengunjung dapat melihat berbagai perangkat yang mendukung deteksi dini penyakit, termasuk teknologi fototerapi pintar untuk penanganan bayi dengan kondisi kuning. Beragam produk tersebut menggambarkan kontribusi penelitian perguruan tinggi dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

Untuk mempercepat proses hilirisasi, KSTI 2026 mengedepankan kolaborasi tiga elemen penting, yakni inventor, inovator, dan investor. Sinergi ketiganya diharapkan mampu membawa hasil penelitian melampaui tahap publikasi ilmiah dan prototipe, hingga menjadi produk yang dapat diproduksi serta dimanfaatkan secara luas.

Salah satu upaya konkret yang disiapkan adalah agenda business matching yang mempertemukan peneliti dengan calon mitra industri. Fauzan menyebutkan, sebanyak 117 mitra industri telah menyatakan ketertarikan untuk terlibat dalam kegiatan tersebut. Selain itu, pemerintah telah mencatat sekitar 50 komitmen awal kerja sama yang dibahas selama proses persiapan.

KSTI 2026 juga akan menyelenggarakan hackathon selama tiga hari dengan melibatkan mahasiswa, dosen, dan pelaku industri. Peserta ditantang menghasilkan solusi atas berbagai persoalan nyata, dengan fokus pengembangan teknologi cip, elektronika daya, pertanian, dan teknologi digital.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap muncul berbagai gagasan inovatif yang dapat dikembangkan lebih lanjut, sekaligus membuka akses bagi talenta riset untuk bertemu calon mitra industri dan sumber pendanaan. Penguatan ekosistem inovasi dengan demikian tidak hanya berfokus pada penciptaan teknologi, tetapi juga pada kemampuan mengubahnya menjadi produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Ajang Robot Challenge turut menjadi bagian dari rangkaian KSTI 2026. Kompetisi ini mencakup sejumlah kategori, seperti robot humanoid, robot sumo, robot berbasis Internet of Things (IoT), serta robot otonom yang memanfaatkan kecerdasan artifisial (AI). Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut diharapkan memperkenalkan perkembangan robotika kepada masyarakat dan mendorong munculnya talenta muda di bidang teknologi.

Penyelenggaraan KSTI tahun ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang digelar di Bandung pada 2025. Pada pelaksanaan sebelumnya, kegiatan tersebut menarik sekitar 8.000 pengunjung dan menghasilkan peta jalan serta agenda riset nasional periode 2026–2030. Arah pengembangan tersebut juga diproyeksikan untuk mendukung kebutuhan jangka panjang hingga 2035 dan 2045.

Hasil Diskusi Pakar Disiapkan Menjadi Rekomendasi Kebijakan

Selain memamerkan hasil penelitian, KSTI 2026 akan mengolah hasil diskusi para ahli menjadi policy brief atau ringkasan rekomendasi kebijakan serta dokumen foresight untuk memetakan perkembangan teknologi dan kebutuhan strategis Indonesia pada masa mendatang.

Sejumlah isu prioritas yang menjadi bahan pembahasan meliputi kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, teknologi mutakhir, sosial dan humaniora, ekonomi dan bisnis, serta infrastruktur, lingkungan, dan ketahanan terhadap bencana.

Melalui pembahasan tersebut, riset diharapkan semakin berperan sebagai dasar penyusunan kebijakan publik. Dukungan data ilmiah dan pandangan para pakar diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dalam menjawab tantangan pembangunan sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia.

Untuk memperluas wawasan dan jejaring kerja sama, KSTI juga akan menghadirkan pembicara internasional serta panel pakar. Forum ini diharapkan membuka ruang pertukaran pengetahuan dan memperkuat keterlibatan peneliti Indonesia dalam komunitas riset global.

Rangkaian kegiatan di ITS tidak hanya mencakup pameran dan pertemuan bisnis, tetapi juga innovation tour atau kunjungan inovasi. Melalui agenda ini, masyarakat, termasuk kalangan pelajar, dapat mengenal fasilitas pengembangan sains dan teknologi serta menyaksikan secara langsung proses penelitian dan penciptaan inovasi.

Salah satu lokasi yang akan diperkenalkan adalah kawasan sains dan teknologi ITS, termasuk demonstrasi pemanfaatan energi terbarukan yang terintegrasi. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman publik mengenai proses pengembangan teknologi sekaligus mendorong ketertarikan generasi muda untuk menekuni bidang sains dan rekayasa.

Melalui penyelenggaraan KSTI 2026, Kemdiktisaintek ingin memperkuat ekosistem riset nasional yang terhubung dengan kebutuhan industri, arah kebijakan pemerintah, dan berbagai persoalan di tengah masyarakat. Keberhasilan kegiatan ini tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya inovasi yang dipamerkan, melainkan juga oleh kemampuan hasil riset memperoleh mitra pengembangan, memasuki tahap hilirisasi, dan menghasilkan manfaat konkret bagi pembangunan Indonesia.