(Vibizmedia – Nasional) Terkait harga minyak dunia yang masih merosot, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada 1 Februari 2016 berencana menurunkan tarif listrik 12 golongan atau golongan tarif non subsidi.
Manajer Senior Public Relations PLN Agung Murdifi mengatakan bahwa pihaknya akan menggunakan tiga indikator untuk menurunkan tarif listrik pada awal Februari mendatang yaitu inflasi, kurs dollar dan ICP dimana ketiganya berkaitan dalam perhitungan penambahan tarif oleh PLN setiap bulan.
Agung sampaikan bahwa sampai saat ini, dirinya belum dapat memberikan besaran berapa persen penurunan tarif tersebut. Dengan penurunan tarif tersebut pada Januari dan Februari, dirinya ungkapkan tidak akan mempengaruhi kinerja PLN, ungkapnya, Minggu (24/1).
Bulan Januari lalu, PLN sudah menurunkan tarif listrik untuk 12 golongan non subsidi yaitu tarif rumah tangga dengan daya 1.300 Volt Ampere (VA) ke atas, bulan Desember 2015 turun menjadi Rp 1.509,38 per kilo watt hour (kWh) sedangkan ari 2016 menjadi Rp 1.409,16.
Selain itu, tarif listrik untuk bisnis dan kantor pemerintah dengan daya berkapasitas 6.000 – 6.600 VA juga mengalami penurunan tipis dari bulan Januari sebesar Rp 100 VA.
Journalist : Rully
Editor : Mark Sinambela
Pic : Antara









