BI Lakukan Langkah Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

0
91
Ilustrasi Gedung Bank Indonesia (Foto: Bank Indonesia)

(Vibizmedia – Economy & Business) Ketidakpastian global memberikan pengaruh terhadap fluktuasi nilai tukar Rupiah. Bank Indonesia (BI) menempuh sejumlah langkah strategis untuk menjaga stabilitas mata uang domestik di tengah tekanan eksternal yang meningkat.

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, di Jakarta, Kamis (23/4/2026), menjelaskan bahwa kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah terus diperkuat seiring meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan global.

“Bank Indonesia meningkatkan intensitas intervensi valuta asing untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, baik melalui intervensi di pasar NDF luar negeri (off-shore) maupun transaksi spot dan DNDF di pasar dalam negeri,” jelasnya.

Selain intervensi pasar, BI juga memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter yang pro-pasar guna menjaga daya tarik aset domestik. Langkah ini dinilai penting, terutama di tengah berlanjutnya dampak konflik geopolitik di Timur Tengah yang turut memengaruhi sentimen investor global.

“Bank Indonesia juga memperkuat kebijakan transaksi pasar valas melalui penyesuaian threshold tunai beli valas terhadap Rupiah, peningkatan threshold jual DNDF/forward, serta peningkatan threshold beli dan jual swap, yang berlaku mulai April 2026,” ujarnya.

Dari sisi fundamental, kondisi eksternal Indonesia dinilai tetap solid. Posisi cadangan devisa tercatat sebesar USD 148,2 miliar pada akhir Maret 2026. Angka ini dinilai memadai untuk mendukung stabilitas eksternal serta menjaga kepercayaan pelaku pasar terhadap perekonomian nasional.

“Cadangan devisa tetap kuat dan mampu menjadi bantalan dalam menghadapi gejolak global,” tambahnya.

Lebih lanjut, Destry menegaskan bahwa BI akan terus hadir di pasar dan mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten serta terukur untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.

Ke depan, BI meyakini nilai tukar Rupiah akan tetap stabil dan berpotensi menguat. Optimisme ini ditopang oleh komitmen kebijakan yang kuat, tingkat imbal hasil yang kompetitif, serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap terjaga di tengah dinamika global.