(Vibizmedia – Jakarta) Program Kampung Internet yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) membawa dampak signifikan bagi warga Desa Jeruk Manis, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Program ini berperan penting dalam mendukung layanan pemerintahan, memperkuat UMKM, serta mendorong perkembangan sektor pariwisata.
Kepala Desa Jeruk Manis, Nasipudin, menyampaikan bahwa keberadaan jaringan internet telah mempermudah aktivitas masyarakat sekaligus meningkatkan tata kelola pemerintahan desa yang kini berbasis digital.
“Masyarakat sudah bisa mengakses internet dengan lebih mudah. Dari sisi pemerintahan, kami juga dituntut untuk mengirim laporan secara online, tidak lagi manual. Kehadiran jaringan ini sangat membantu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sekitar 70 titik akses internet telah dibangun dan tersebar di berbagai wilayah desa. Manfaatnya dirasakan oleh pelaku UMKM, sektor pendidikan, hingga pengelola homestay.
Menurutnya, salah satu tantangan utama sebelumnya adalah keterbatasan akses internet, terutama bagi sektor pariwisata. Banyak wisatawan mengeluhkan koneksi yang kurang memadai saat berkunjung.
Dengan adanya Program Kampung Internet, kebutuhan tersebut mulai terjawab. Sekitar 50 homestay di Desa Jeruk Manis kini telah dilengkapi akses internet guna meningkatkan kualitas layanan bagi wisatawan.
Nasipudin juga mengungkapkan bahwa dari empat dusun dengan jumlah penduduk sekitar 2.500 jiwa, sebagian besar masyarakat kini telah menikmati akses internet yang lebih baik. Meski demikian, ia berharap jumlah titik akses dapat terus ditambah agar manfaatnya semakin optimal.
“Memang 70 titik akses ini masih belum sepenuhnya mencukupi, tapi kami berharap ke depan bisa ditingkatkan agar pemanfaatannya lebih maksimal,” tambahnya.
Dampak positif juga dirasakan oleh pelaku usaha lokal. Rahma, pemilik Warung dan Homestay Ilma, mengaku akses internet sangat membantu dalam mempromosikan usahanya melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan Snack Video.
Ia menuturkan bahwa promosi digital tersebut berdampak langsung pada peningkatan jumlah tamu. Jika sebelumnya hanya menerima sekitar 4–5 tamu per bulan, kini dua unit homestay miliknya hampir selalu terisi setiap hari.
Ke depan, Program Kampung Internet diharapkan terus diperluas untuk memperkuat ekosistem digital di desa, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis teknologi dan potensi wisata lokal.









