Ekspor Tembus 3 Juta Unit, Industri Otomotif Indonesia Tunjukkan Kualitas Global

0
58
Foto: Kemenko Perekonomian

(Vibizmedia – Jakarta) Upaya memperkuat industri otomotif nasional terus digencarkan sebagai salah satu sektor kunci dalam mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja. Strategi ini dilakukan melalui penguatan ekosistem rantai pasok, peningkatan daya saing industri, serta percepatan transformasi menuju industri otomotif yang berorientasi global dan berkelanjutan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan apresiasinya kepada PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), termasuk atas capaian ekspor tiga juta unit yang dinilai mencerminkan kemampuan memenuhi standar kualitas global di lebih dari 100 negara.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Forum Diskusi Pengembangan Industri Otomotif yang digelar TMMIN di Tangerang pada Senin (20/04). Forum ini menjadi ruang strategis bagi pemerintah dan pelaku industri untuk bertukar pandangan, menyelaraskan kebijakan, serta menjajaki peluang kolaborasi dalam memperkuat industri otomotif nasional secara berkelanjutan.

Di tengah tantangan ekonomi global, industri otomotif menghadapi tekanan dari sisi permintaan dan persaingan internasional. Meski demikian, sektor ini tetap berperan penting sebagai penggerak ekspor dan pencipta lapangan kerja, dengan melibatkan sekitar 1,5 juta tenaga kerja dalam rantai pasoknya.

Pemerintah juga terus mendorong penguatan struktur industri otomotif melalui pengembangan ekosistem kendaraan listrik, peningkatan nilai tambah, serta penguatan rantai pasok dalam negeri. Investasi di sektor kendaraan listrik, termasuk pengembangan baterai berbasis nikel, menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing industri nasional di tingkat global.

Airlangga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan industri otomotif Indonesia tetap kompetitif di kancah global.

Forum tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan pelaku industri, antara lain Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Ali Murtopo Simbolon, Direktur Jenderal ILMATE Kementerian Perindustrian Setia Diarta, CEO Toyota Motor Asia Pacific Masahiko Maeda, Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto, serta para pelaku usaha komponen, vendor, dan mitra logistik Toyota.