Bisnis Pabrikan Tanah Air Kalah Saing Dengan Pasar Global, Kinerjanya Makin Rapuh

0
869

Kondisi operasional pada perekonomian manufaktur Indonesia terus memburuk hingga akhir kuartal pertama 2015. Pada bulan Maret lalu, output dan permintaan baru menurun pada tingkat yang paling tajam sejak pengumpulan data dimulai di bulan April 2011. Bisnis ekspor baru juga jatuh pada kisaran terburuk sepanjang data survei. Dan kemudian, jumlah tenaga kerja dikurangi lagi.

Tidak jauh berbeda dengan kondisi Maret lalu, kinerja ekspor manufaktur Indonesia juga semakin memburuk pada April. Rupiah yang lemah tidak mampu mendorong ekspor produk manufaktur Indonesia. HSBC Indonesia Manufacturing PMI yang diterbitkan Senin (4/5/2015) menyatakan bahwa PMI Indonesia pada April ada di fase kontraksi dengan skor indeks 46,7. Indeks PMI mengukur pertumbuhan kinerja industri manufaktur dengan angka 50 menunjukkan ekspansi.

Read more

Stephanie Rebecca/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here