Salah satu emiten pakan ternak terbesar, PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk (CPIN) mengalami kinerja keuangan yang tidak begitu memuaskan pada kuartal awal tahun ini. CPIN harus puas membukukan laba bersih sebesar Rp 431,27 miliar atau turun 34,76% dari kuartal yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp 661,11 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal awal yang dirilis perseroan, penurunan kinerja CPIN disebabkan oleh rugi kurs yang cukup besar pada awal tahun ini yang mencapai Rp 265,94 miliar sedangkan pada periode yang sama pada tahun lalu perseroan tidak mengalaminya. Selain itu, beban pokok penjualan mengalami kenaikan 11,44% menjadi Rp 6,23 triliun dari yang sebelumnya Rp 5,59 triliun.
Sementara itu, penjualan pokok perseroan pada kuartal I-2015 mencapai Rp 7,53 triliun atau naik 12,05% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp 6,72 triliun. Adapun laba per saham dasar CPIN menurun drastis 53,84% menjadi Rp 26 per saham dari yang sebelumnya Rp 40 per saham. Total aset CPIN hingga Maret 2015 mencapai Rp 22,55 triliun, naik 8,20% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 20,84 triliun.
Seno Kuncoro/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens







