Kondisi Bisnis Dalam Negeri Terburuk Sejak Q1 2006

0
747

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks tendensi bisnis pada triwulan I tahun 2015 sebesar 96,30. Menurut BPS angka itu berarti bahwa kondisi bisnis menurun dari kuartal sebelumnya. Turunnya skor indeks business confidence ini menandakan bahwa pada awal tahun ini para pelaku bisnis lebih pesimis jika dibandingkan dengan kuartal IV tahun 2014 yang kala itu tercatat sebesar 104,07 dan juga kondisi bisnis terburuk sejak kuartal pertama tahun 2006 yang saat itu skornya 95,12.

Berdasarkan data BPS, penurunan kondisi bisnis kuartal I 2015 terjadi pada 10 lapangan usaha. Sedangan tujuh lapangan usaha lainnya mengalami peningkatan kondisi bisnis. Penurunan terendah terjadi pada lapangan usaha pertambangan dan penggalian dengan nilai indeks sebesar 7,16. Sedangkan peningkatan kondisi bisnis tertinggi terjadi pada lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan dengan nilai indeks mencapai 106,75.

Untuk sektor pertambangan hingga saat ini optimismenya memang masih cenderung menurun karena masih terpengaruh oleh larangan ekspor mineral mentah yang diberlakukan sejak awal tahun 2014 lalu. Selain itu, kondisi bisnis pada kuartal pertama tahun ini juga menurun karena adanya penurunan pendapatan perusahaan dengan indeks sebesar 95,06, kapasitas produksi usaha dengan nilai indeks 95,13 dan rata-rata jam kerja dengan nilai indeks sebesar 97,83.

Read more

Stephanie Rebecca/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here