(Vibizmedia – Nasional) Kejayaan Maritim Indonesia bangkit kembali dengan dibangunnya Terminal Teluk Lamong, hasil karya anak bangsa dengan konsep ramah lingkungan dan revitalisasi Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), ini merupakan pelabuhan hijau pertama di Indonesia.
Didampingi oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, Presiden Joko Widodo hari ini Jumat (22/5) telah meresmikan Terminal Teluk Lamong yang dibangun oleh PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) dengan nilai investasi sebesar Rp 4,65 triliun. Terminal dengan lahan seluas 40 hektar, luas lapangan penumpukan peti kemas sekitar 15 hektar, fasilitasnya dilengkapi alat-alat ramah lingkungan karena mengunakan bahan bakar gas maupun listrik, inilah yang menjadi keistimewaanya.
Automatic stacking crane terhubung dengan terminal operating system berfungsi memindahkan peti kemas menggunakan tenaga listrik. Ship to shore crane juga digerakkan oleh listrik, yang dipasok dari pembangkit listrik tenaga gas yang berlokasi dekat terminal, sedangkan truk-truk pembawa peti kemas menggunakan truk bahan bakar gas.
Sebagian besar alat tidak mengunakan operator tetapi di operasikan melalui ruang kontrol, sehingga meminimalisir resiko kecelakaan kerja, bahkan sebagian operatornya perempuan. Hanya beberapa alat yang masih menggunakan bahan bakar minyak dengan standar EURO 4.
Peresmian Terminal Teluk Lamong dan revitalisasi alur pelayaran barat Surabaya oleh Presiden Joko Widodo diharapkan dapat mendorong kesiapan Greater Surabaya Metropolitan Port untuk mendukung peningkatan sistem logistik nasional
Sebagai pelabuhan tercanggih nomor 4 dunia setelah Virginia, Barcelona dan Abu Dhabi memiliki kapasitas 500 ribu TEUs petikemas domestik, 1 juta TEUs petikemas internasional dan 5 juta ton curah kering. Dana berasal dari internal perusahaan dan pinjaman modal sisanya pinjaman obligasi internasional yang telah disetujui oleh pemerintah, sehingga tidak membebani uang negara.
Journalist : Parnie
Editor : Mark Sinambela
Pic : Setkab









