(Vibizmedia – Nasional) Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperkuat langkah internasional dengan membuka peluang kerja sama strategis bersama mitra di Amerika Serikat. Upaya ini difokuskan pada perluasan akses pasar, transfer pengetahuan, serta pengembangan talenta untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.
Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan daring antara Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo, Selasa (14/4/2026). Dalam pertemuan itu, Teuku Riefky menekankan bahwa Amerika Serikat memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi kreatif global, terutama melalui kekuatan industrinya seperti film Hollywood yang mampu mendorong subsektor lain.
Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar berupa kekayaan budaya yang perlu dilindungi sekaligus dikembangkan melalui inovasi, teknologi, dan kreativitas. Pendekatan ini diyakini mampu meningkatkan daya saing ekonomi kreatif nasional di tingkat global.
Di dalam negeri, pemerintah juga terus memperkuat ekosistem melalui pengembangan kawasan strategis terintegrasi, seperti KEK Singhasari di Malang, Nongsa Digital Park di Batam, serta kawasan Kura Kura di Bali. Selain itu, pengembangan kawasan kreatif juga dilakukan di D-HUB SEZ milik Sinarmas dan kawasan Lido yang dikelola MNC Group. Kawasan-kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat kolaborasi global sekaligus menarik investasi asing, termasuk dari Amerika Serikat.
Sebagai bagian dari penguatan jejaring internasional, Indonesia akan kembali menyelenggarakan World Conference on Creative Economy (WCCE) pada Oktober 2026. Forum global ini diharapkan menjadi wadah strategis untuk memperluas kerja sama, meningkatkan investasi, serta memperkuat posisi pelaku ekonomi kreatif Indonesia di pasar dunia.
Duta Besar RI untuk Amerika Serikat menyambut positif langkah tersebut dan menyatakan kesiapan Kedutaan Besar RI untuk menjembatani kolaborasi dengan mitra strategis di Amerika. Ia juga mendorong komunikasi intensif menjelang pelaksanaan WCCE agar peluang kerja sama dapat dimaksimalkan.
Selain itu, peluang ekspor produk ekonomi kreatif seperti aplikasi digital, kriya, kerajinan, dan kuliner dinilai sangat terbuka. Produk yang telah siap ekspor akan didorong masuk ke pasar Amerika, sementara yang belum memiliki mitra akan difasilitasi untuk mendapatkan akses.
Melalui kolaborasi ini, pemerintah berharap ekonomi kreatif tidak hanya meningkatkan nilai investasi, tetapi juga membuka lapangan kerja yang lebih luas serta mendorong pelaku kreatif Indonesia tampil di panggung global.









