KKP Buka Jalan Pendidikan bagi Anak Terdampak Bencana

0
129
Berikut versi penulisan ulang yang lebih ringkas dan halus: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuka peluang khusus bagi anak-anak pelaku utama sektor kelautan dan perikanan yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat untuk melanjutkan pendidikan vokasi pada Tahun Akademik 2026/2027. (Foto: KKP)

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuka peluang khusus bagi anak-anak pelaku utama sektor kelautan dan perikanan yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat untuk melanjutkan pendidikan vokasi pada Tahun Akademik 2026/2027.

Sesuai arahan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, KKP menyediakan kuota afirmasi lebih dari 10 persen pada jalur Anak Pelaku Utama (APU) di setiap satuan pendidikan. Dari total 1.310 kuota afirmasi APU tahun 2026, sebanyak 150 kursi dialokasikan khusus bagi anak-anak terdampak bencana di wilayah Sumatera.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana sekaligus memastikan anak-anak dari keluarga nelayan, pembudi daya, petambak, pengolah, hingga pelaku usaha perikanan tetap memiliki akses terhadap pendidikan berkualitas.

Kepala BPPSDM KP, I Nyoman Radiarta, menegaskan bahwa pendidikan vokasi KKP diharapkan menjadi ruang pemulihan sekaligus penguatan kapasitas bagi generasi muda di tengah situasi sulit akibat bencana.

Kesempatan ini tersedia pada jenjang pendidikan tinggi dan menengah vokasi di bawah KKP. Untuk pendidikan tinggi, program dibuka di Akademi Komunitas KP Wakatobi, Politeknik AUP, serta delapan Politeknik KP yang tersebar di berbagai daerah. Sementara itu, jenjang menengah dapat diakses melalui SUPM di sejumlah wilayah, termasuk Aceh dan Sumatra Barat.

Selain memberikan akses pendidikan, kebijakan afirmatif ini juga menjadi bentuk dukungan negara dalam memperkuat ketahanan sosial-ekonomi keluarga pelaku utama sektor kelautan dan perikanan.

KKP berharap, melalui pendidikan vokasi yang berbasis praktik dan kebutuhan dunia kerja, anak-anak terdampak bencana tidak hanya pulih, tetapi juga tumbuh menjadi generasi tangguh yang mampu membawa perubahan bagi masa depan sektor kelautan dan perikanan Indonesia.

Untuk itu, KKP mengajak pemerintah daerah, penyuluh perikanan, serta berbagai pemangku kepentingan untuk turut menyebarluaskan informasi ini agar dapat menjangkau masyarakat terdampak secara lebih luas.