(Vibizmedia – Nasional) Akibat kerusakan fisik pasar rakyat yang mencapai 60% dan sudah berusia 25 tahun, pemerintah telah menyiapkan pembangunan pasar baru dan revitalisasi fisik pasar.
Pembangunan pasar rakyat bertujuan untuk meningkatkan perekonomian daerah. Pemerintah akan membangun 5.000 pasar rakyat dalam kurun waktu mulai dari 2015-2019, sebagai komitmen pemerintah tahun ini dimulai dari 1000 pasar rakyat melalui Kementerian Perdagangan Republik Indonesia yang peduli pada ekonomi kerakyatan dan pembangunan yang bukan saja merapikan fisik pasar yang tidak layak tetapi juga terhadap pembangunan manajemen pasar.
Dana pembangunan sepenuhnya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) kurang lebih sebesar Rp 2 triliun. Tetapi untuk pembangunan pasar di wilayah perbatasan akan mengunakan dana yang berasal dari Dana Alokasi Khusus dan Tugas Perbantuan untuk wilayah seperti Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur dan Papua.
Total revitalisasi tahun 2015 yang berasal dari dana perbantuan dan alokasi khusus untuk perbantuan reguler sebanyak 25 pasar dengan biaya sebesar Rp 207,5 miliar, optimalisasi 12 pasar dengan biaya Rp 100 miliar. Untuk perbantuan reguler 141 pasar rakyat yang berasal dari APBN-P total biaya mencapai Rp 1.036 triliun dan refocusing 3 pasar dengan biaya Rp 18,5 miliar. Sedangkan untuk pembangunan reguler 523 pasar dengan total biaya sebesar Rp 690 miliar, tambahan 230 pasar dengan biaya sebesar Rp 256 miliar dan pembangunan pasar tugas perbantuan sebesar 2,30 triliun sebanyak 953 pasar dengan mengunakan dana alokasi khusus.
Maraknya pasar modern menjadi persaingan dengan pasar rakyat, pemerintah perlu turut membantu pembenahan diri dengan mengubah minset kumuh menjadi lingkungan pasar yang bersih, pedagang teratur dengan tersedianya los khusus pedagang basah seperti sayuran, ikan, daging dengan pedagang kering seperti pakaian dan kelontong dan adanya persaingan harga yang sehat.
Journalist : Parnie
Editor : Mark Sinambela
Pic : Antara








