
(Vibizmedia-Nasional) Pemberantasan segala bentuk kejahatan perlu dilakukan secara tegas dan profesional untuk menjamin kepastian hukum dan rasa keadilan masyarakat, untuk itu praktik mafia hukum di kepolisian atau lebih dikenal sebagai makelar kasus harus segera diberantas, demikianlah ungkap Presiden Joko Widodo yang juga sebagai Inspektur Upacara, saat upacara peringatan hari Bhayangkara ke-69 di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Rabu (1/7).
Presiden Joko Widodo mendorong Kepolisian Republik Indonesia (Polri) meningkatkan kemampuannya sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang digunakan untuk kejahatan. Hal penting lainnya dalam pemberantasan kejahatan, untuk itu Polri perlu melakukan sinergi dan kerjasama dengan aparat penegak hukum dan pemangku kepentingan lainnya serta dukungan masyarakat.
Dengan semakin kompleks dan beratnya tantangan dalam mengemban tugas Polri sebagai dampak globalisasi, tindak kejahatan yang semakin beragam dan memanfaatkan teknologi informasi yang semakin luas, tuntutan dan harapan masyarakat terhadap Polri juga semakin meningkat.
Disamping itu, banyaknya sumbangsih dalam upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat yang telah Polri lakukan, Presiden menyampaikan apresiasi setingi-tingginya kepada anggota Polri yang dengan penuh kesungguhan bertugas didaerah pedalaman, wilayah perbatasan, di wilayah terpencil, dipulau-pulau terdepan serta yang sedang mengemban misi internasional keluar negeri.
Sebagai penegak hukum, pelindung, pengayoman dan pelayan masyarakat, Presiden berharap Polri semakin lebih terampil dan matang dalam mengemban tugas untuk mewujudkan dan memelihara situasi yang kondusif. Untuk itu perlu dilakukan pembenahan dalam tubuh Polri melalui reformasi birokrasi Polri disegala bidang.
Secara hakikatnya tugas Polri sekalipun memiliki tantangan, tugas dan tanggung jawab yang semakin berat adalah memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.
Journalist : Rully
Editor : Mark Sinambela








