
(Vibizmedia-Nasional) Indonesia dan Sri Lanka semakin serius memperkuat hubungan ekonomi bilateral. Hal ini ditandai dengan kunjungan kerja Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta ke Kolombo pada 23–25 April 2026.
Kunjungan tersebut menjadi momentum strategis untuk mendorong kerja sama ekonomi kedua negara, terutama di tengah dinamika pemerintahan baru Sri Lanka di bawah Presiden Anura Kumara Dissanayake sejak September 2024.
Dalam pertemuan dengan Deputi Menteri Luar Negeri Sri Lanka Arun Hemachandra serta Menteri Luar Negeri Vijitha Herath, kedua pihak menegaskan pentingnya memperkuat dialog strategis guna membuka peluang kerja sama yang lebih luas.
Salah satu fokus utama pembahasan adalah potensi reaktivasi negosiasi Indonesia–Sri Lanka Preferential Trade Agreement (ISL PTA). Perjanjian ini dinilai penting sebagai instrumen untuk meningkatkan volume perdagangan dan investasi antara kedua negara.
Selain sektor perdagangan, Indonesia dan Sri Lanka juga menjajaki kerja sama di bidang energi yang memiliki prospek besar, seiring meningkatnya kebutuhan energi di kawasan Asia Selatan.
Tak hanya itu, kedua negara turut membahas penguatan kerja sama dalam pencegahan dan penanggulangan kejahatan lintas batas. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas kawasan yang semakin kompleks.
Dalam agenda terpisah, Anis Matta juga bertemu dengan Menteri Urusan Buddhasasana, Agama, dan Budaya Sri Lanka, Hiniduma Suni Senevi. Pertemuan tersebut menyoroti kerja sama budaya serta pentingnya menjaga inklusivitas di tengah masyarakat yang majemuk.
Kunjungan ini turut didampingi oleh Duta Besar RI untuk Sri Lanka dan Maladewa Dewi Gustina Tobing serta Direktur Asia Selatan dan Tengah Kemlu RI Ricky Eka Virgana Ichsan.
Melalui kunjungan ini, pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat diplomasi ekonomi, khususnya di kawasan Asia Selatan, sekaligus membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua negara.








