Tito Karnavian: Kendalikan Inflasi adalah “Survival Bangsa”, Peran TNI Dinilai Krusial

0
67
Menteri Dalam Negeri
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. FOTO: KEMENDAGRI

(Vibizmedia-Nasional) Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa pengendalian inflasi merupakan kunci utama menjaga ketahanan nasional. Ia bahkan menyebut stabilitas harga sebagai bagian dari “survival bangsa” di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Pernyataan tersebut disampaikan Tito saat memberikan pengarahan pada Apel Komandan Satuan Tentara Nasional Indonesia Tahun 2026 di Universitas Pertahanan, Jawa Barat, Rabu (29/4/2026).

Menurut Tito, inflasi bukan sekadar isu ekonomi, melainkan persoalan yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat. Berdasarkan berbagai survei, biaya hidup menjadi perhatian utama publik, bahkan melampaui isu-isu lainnya.

“Menjaga inflasi adalah survival bangsa. Ini penting untuk menjaga ketahanan nasional kita dari tekanan, termasuk dari luar negeri,” ujarnya.

Ia menilai peran TNI sangat strategis dalam mendukung pengendalian inflasi. Hal ini tidak lepas dari struktur organisasi TNI yang kuat dan menjangkau hingga tingkat desa, sehingga mampu membantu pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan distribusi kebutuhan pokok.

Tito menjelaskan, selama ini Kementerian Dalam Negeri bersama berbagai kementerian dan lembaga, termasuk TNI, secara rutin menggelar rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah guna memantau perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok.

Dalam paparannya, Tito juga menguraikan empat kategori inflasi berdasarkan tingkat keparahannya, yakni inflasi ringan (di bawah 10 persen), sedang (10–30 persen), berat (30–100 persen), hingga hiperinflasi (di atas 100 persen). Ia mengingatkan bahwa hiperinflasi dapat memicu kekacauan ekonomi dan sosial secara luas.

Meski demikian, Tito bersyukur kondisi inflasi di Indonesia saat ini masih relatif terkendali. Hal ini didukung oleh berbagai program pemerintah, termasuk capaian swasembada beras dan stabilnya harga bahan pokok.

Ia juga mengapresiasi kontribusi nyata TNI dalam menjaga stabilitas tersebut, seperti melalui program pasar murah, kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa, hingga gerakan penanaman jagung yang membantu menekan harga pangan.

“Peran TNI sangat terasa, terutama dalam gerakan tanam yang berdampak pada turunnya harga-harga. Ini penting bukan hanya untuk kesejahteraan rakyat, tetapi juga menjaga stabilitas keamanan dalam negeri,” tegasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Panglima TNI Agus Subiyanto, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto, serta Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita beserta jajaran pejabat terkait lainnya.

Pemerintah berharap sinergi antara TNI dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat guna menjaga inflasi tetap terkendali, sekaligus memastikan stabilitas nasional tetap terjaga di tengah berbagai tantangan global.