
(Vibizmedia – Nasional) Proyek kereta cepat Jakarta – Bandung tetap akan digarap oleh konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan mitranya.
Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan bahwa seluruh BUMN yang terlibat diantaranya PT. Wijaya Karya, PT Jasa Marga, PT. Kereta Api Indonesia dan PTPN VIII harus bekerja keras untuk mendapatkan hasil hitungan bisnis yang pas terkait kelanjutan proyek kereta cepat tersebut.
Dengan lahan PTPN VIII yang berupa lahan kebun teh seluas 2.952 hektar, pemerintah akan kembangkan daerah sekitar jalur kereta cepat untuk agro industri, pendidikan dan wisata agro. Pembangunan kereta cepat ini tidak mengunakan suntikan dana berasal dari APBN.
Saat ini, Rini sampaikan bahwa pihaknya akan menghitung ulang berapa stasiun yang menjadi titik berhenti sepanjang jaluar Jakarta – Bandung agar dapat dihitung kecepatannya. Disamping itu, Presiden Jokowi telah menetapkan bahwa pembangunan kereta cepat akan diubah menjadi kereta menengah.
Rully/VMN/Journalist
Editor : Mark Sinambela








