
(Vibizmedia – Nasional) Pemerintah Indonesia tingkatkan kerjasama dengan Ghana dalam bidang perdagangan dan invetasi, kerjasama teknis dan sosial budaya.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan bahwa dirinya dan Menteri Luar Negeri dan Integrasi Regional Republik Ghana Ms Hanna Serwaa Tetteh telah menandatangani nota kesepahaman Pembentukan Sidang Komisi Bersama (SKB) RI- Ghana.
Retno sampaikan mekanisme SKB akan mendorong peluang kerjasama antar menteri luar negeri dan pejabat tinggi lainnya tidak hanya tingkatan goverment to goverment tetapi juga business to business, ungkapnya Minggu (27/9).
Selain itu, pemerintah Indonesia akan memaksimalkan kerjasama dengan Ghana dalam bidang Industri strategis dan bidang pertanian diantaranya dengan melibatkan sejumlah perusahaan Indonesia untuk memproduksu alat-alat pertanian seperti traktor tangan yang dianggapnya sesuai untuk industri pertanian skala kecil.
Sebagai mitra dagang potensial di Afrika Sub-Sahara, nilai perdagangan bilateral Indonesia – Ghana pada tahun 2014 telah mencapai angka USD 241 juta dengan surplus sebesar USD 183 juta. Sampai saat ini, ada 3 perusahaan Indonesia yang memproduksi sabun, minyak goreng sayur serta alat-alat dapur yang beroperasi di Ghana.
Kerjasama ini menjadi entry point memajukan kerjasama ekonomi dengan negara-negara ASEAN lainnya selain itu juga akan membentuk komunitas ASEAN 2015 yang berbasis di Jakarta, ungkap Retno.
Journalist : Rully
Editor : Mark Sinambela








