Percepat Swasembada Pangan Indonesia, Pemerintah Fokus Pada 11 Komoditas Utama Pertanian

0
827
Percepat Swasembada Pangan Nasional, Menteri Pertanian Amran Sulaiman membuka rapat pimpinan nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia tahun 2017 di Balai Kartini. FOTO : VIBIZMEDIA.CO/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Untuk mempercepat swasembada pangan Indonesia, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) terus berfokus meningkatkan produksi 11 komoditas utama pertanian seperti padi, jagung dan kedelai.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan selama tahun 2016, hanya kedelai saja yang mengalami penurunan, ungkapnya dalam Rapat Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Tahun 2017 di Balai Kartini, Senin (10/4).

Berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, Amran sampaikan kondisi produksi padi pada saat serah terima dari pemerintah sebelumnya pada tahun 2014 sebesar 70 juta ton, sedangkan saat ini, telah mencapai 79 juta ton, ada kenaikan 9 juta ton dan kalau diuangkan itu sebesar Rp 36 triliun dan itu baru padi, terang Amran Sulaiman saat memaparkan pencapaian Kementerian Pertanian tahun 2016.

Pihak Kementerian Pertanian, memiliki rencana ke depan, agar tahun 2016 dan 2017 tidak mengimpor beras. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mempercepat Indonesia menjadi lumbung padi dunia.

Selain itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan produksi jagung juga mengalami peningkatan, dimana saat serah terima produksi jagung mencapai 19 juta ton, meningkat menjadi 23,2 juta ton pada akhir 2016 lalu. Sedangkan impor jagung yang berasal dari Amerika dan Argentina mengalami penurunan sebesar 66%.

Ditambah lagi, untuk mendorong swasembada pangan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pertanian juga membangun 3 juta hektar irigrasi yang ditargetkan selesai 3 tahun, dapat selesai dalam waktu 1 tahun, jelas Amran.

Menteri Pertanian menyampaikan bahwa pertanian tidak bisa maju tanpa teknologi. Inilah yang mendorong pemerintah melalui Kementan mempercepat bantuan alat pertanian yang saat ini sudah bisa dilakukan melalui penunjukan langsung, selain itu sebagai bentuk perlindungan, pemerintah memberikan asuransi kepada para petani.

Asuransi tersebut dalam bentuk 1 juta hektar untuk petani, 6 juta per hektar untuk kekeringan dan, 6 juta per hektar untuk banjir, ungkap Amran Sulaiman.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela