(Vibizmedia-Nasional) Sebagian besar masyarakat berada di desa, pemerintah Indonesia memulai pembangunan dari pinggiran melalui program dana desa.
Program dana desa terus ditingkatkan setiap tahunnya. Sejak 2015 kita telah mengucurkan dana Rp 20,7 triliun ke seluruh desa. Gede banget ini. Tahun 2016 Rp 46,9 triliun, tahun 2017 Rp 60 triliun, tahun 2018 Rp 60 triliun, dan tahun depan Rp 70 triliun. Ini sudah disetujui DPR. Artinya sampai saat ini yang dikucurkan Rp 187 triliun, ungkap Presiden Joko Widodo di Islamic Center Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, Jumat (23/11).
Dalam pertemuan yang membahas evaluasi kebijakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa dan sosialisasi prioritas penggunaan dana desa tahun 2019, Presiden mengingatkan agar dana desa tersebut hanya berputar di desa, tidak dibawa lagi ke kota, apalagi ke Jakarta.
Kami ingin ada perputaran uang di desa, di daerah. Jangan sampai dana desa keluar dari desa, enggak apa-apa keluar sedikit di lingkup kecamatan. Jangan sampai uang kembali ke kota, kembali ke Jakarta, semakin banyak beredar di bawah (desa), kesejahteraan masyarakat dipastikan meningkat, terang Presiden.
Agar pembelian material untuk pembangunan jalan, irigasi, dan jembatan misalnya, seperti batu kali, batu bata, pasir, semen didapat dari desa sendiri atau desa tetangga, seandainya tidak ada atau tidak mencukupi dibeli dari lingkup kecamatan.
Penggunaaan tenaga kerja tukangnya dari desa itu, pembantunya dari desa itu. Uang berputar di desa agar kesejahteraan desa meningkat. Itu kalau dana desa dipakai untuk infrastruktur, ungkap Presiden.
Berdasarkan laporan yang diterimanya sejak tahun 2015 hingga 2017, jalan desa telah terbangun 123.000 kilometer. Selain itu dibangun juga posyandu sebanyak 11.500 unit, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebanyak 18.000 unit, pasar desa 6.500 pasar, jembatan sepanjang 791 kilometer, irigasi 28.000 unit, embung 1.900 unit, dan 26.700 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Presiden berharap dana desa ini tidak hanya digunakan untuk infrastruktur semata, tetapi dimanfaatkan juga untuk pemberdayaan ekonomi. Di hadapan para perangkat desa yang hadir, Presiden mengajak mereka untuk jeli melihat potensi yang dimiliki desanya.
Selanjutnya, Presiden ingin agar dana desa juga dimanfaatkan untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) di desa. Hal ini penting agar Indonesia bisa terus bersaing dengan negara lain.
Journalist: Rully
Editor: Mark Sinambela









