UMKM Makin Kuat Didukung Platform Digital

0
375
ASEAN Summit
Ilustrasi UMKM (Foto: Infopublik)

(Vibizmedia – Nasional) Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus berkolaborasi dengan pemangku kepentingan melalui platform digital. Kolaborasi di ranah digital terus diperkuat oleh pemerintah, agar bisnis daring para pelaku UMKM dapat mendukung realisasi target Indonesia maju tahun 2045.

“Pemerintah tentu mendorong kolaborasi ini. Kalau Bapak dan Ibu pelaku UMKM tidak maju, Indonesia tidak mungkin maju. Pemerintah akan habis-habisan mendukung perkembangan UMKM. Indonesia sebagai negara maju tahun 2045 mustahil tercapai bila UMKM tidak maju dan tidak berkembang,” kata Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan melalui siaran persnya, Selasa (27/6/2023).

Penguatan bisnis UMKM melalui Ekosistem Empat Pilar Peningkatan Daya Saing UMKM juga terus dilakukan. Ekosistem tersebut melibatkan empat komponen yaitu UMKM, lokapasar (marketplace) sebagai akses digitalisasi, ritel modern sebagai akses kemitraan, dan perbankan sebagai akses pembiayaan.

Keempat hal tersebut tidak bisa lepas. Sebagai contoh, ritel modern di Surabaya tidak perlu membeli sambal di Jakarta. Pasok sambal dari UMKM di Surabaya. UMKM dapat pasar, ritel modern tidak perlu mengeluarkan ongkos pengiriman dari Jakarta.

“Kemudian, pemasaran digital tidak bisa dihindari. Ketika masuk ranah digital, produk akan diketahui lebih banyak konsumen dan pasarnya akan jadi besar sekali. Lalu, ketika UMKM akan mengekspor tetapi kesulitan modal, ada lembaga pembiayaan ekspor dan perbankan dari segi modal usaha,” tutur Mendag.

Pemerintah terus berupaya membuka pasar ekspor baru ke negara-negara tradisional, di antaranya Bangladesh, India, dan Pakistan di Asia Selatan; kawasan Afrika; serta Timur Tengah. UMKM dapat memanfaatkan momentum pembukaan pasar baru ini dan memperluas cakupan pasar produk-produk UMKM dalam negeri.

Kontribusi UMKM sangat vital terhadap perekonomian Indonesia, dalam hal ini terbukti ketika berhadapan dengan krisis akibat pandemi COVID-19. Karena 99 persen unit usaha di Indonesia terdiri atas UMKM.

Kontribusi UMKM terhadap PDB mencapai 60,5 persen dan penyerapan tenaga kerja mencapai 96,9 persen dari total penyerapan tenaga kerja nasional. Sebesar 84,4 persen UMKM telah kembali beroperasi setelah terpuruk akibat pandemi COVID-19.

Sementara itu, niaga elektronik, yang berupa lokapasar dan e-retail, dalam lima tahun terakhir (2018– 2022) telah berkontribusi besar pada perkembangan ekonomi digital Indonesia.

Pada 2022, nilai transaksi niaga elektronik tercatat sebesar Rp476,3 triliun dengan volume 3,48 juta transaksi. Pada 2023, Kemendag memproyeksikan nilai transaksi niaga elektronik nasional mencapai Rp572 triliun atau naik sekitar 20 persen dari tahun sebelumnya.

Proyeksi nilai transaksi tersebut menempatkan Indonesia di atas negara-negara tetangga seperti Vietnam, Thailand, dan Filipina.