Bugis Street Market Singapura: Tempat Belanja Paling Murah Meriah

0
1186
Suasana Bugis Street Market (Foto: Togu Hasiholan)

(Vibizmedia – Gaya Hidup) Bugis Street Market adalah salah satu pasar terbesar, tersohor, tertua dan yang termurah di Singapura. Sudah pasti ini adalah surga belanja bagi para pelancong yang datang ke negeri Singa.

Berlokasi di pusat kota Singapura, tepatnya di antara Victoria, Rochor dan Queen Street.  Menurut sejarahnya, dulu banyak orang Bugis tinggal di daerah ini. Jadi namanya hingga saat ini tetap Bugis Street Market.

Suasana Bugis Street Market, Singapura (Foto: Hanny Nugrahani)

Apa saja yang kita dapatkan di Bugis Street Market ?

Pasar ini merupakan pusat fashion paling ekonomis di Singapura, alias murah meriah. Bagi yang suka hunting barang belanjaan, sudah pasti akan banyak mendapatkan barang barang menarik, berkualitas dan bergengsi.

Keramaian di Bugis Street Market (Foto: Togu Hasiholan)

Contohnya harga. Sepasang celana jeans dihargai S$20. Sepatu dengan berbagai model, harganya dimulai dari S$20. Kaos bertuliskan I love SG, dibandrol dari S$10, kaca mata hitam S$15, jam tangan S$5, bahkan yang paling murah seharga S$10 untuk 3 jam tangan. Terserah mana yang suka sesuai budget. Namun teliti sebelum membeli.

Di depan Bugis Street Market, kita dapat menemukan los buah buahan segar yang disusun dalam kotak kotak buah. Sebuah apel di jual S$2., Buah naga S$1, beberapa buah manggis dalam kemasan jaring dijual seharga S$3.50. Selain itu masih ada beberapa buah lagi seperti anggur hijau dan mangga yang berwarna kekuningan. Buah buahan itu sangat menggoda untuk dibeli dan dijadikan buah tangan.

Los buah-buahan segar di Bugis Street Market (Foto:Togu Hasiholan)

Disamping los buah buahan, masih di muka pasar, terdapat sebuah toko cinderamata yang sudah sangat terkenal bagi wisatawan mancanegara karena harga harganya yang murah. Namanya Toko ABC. Toko ini selalu dipenuhi orang orang lokal maupun turis, yang membeli snack sebagai souvenir. Terlihat seorang ibu dari India berpakaian sari, membeli beberapa cokelat. Seorang gadis muda tiongkok dan pasangannya, memasukan beberapa bungkus permen kedalam keranjang belanjaannya. Seorang anak berdarah melayu, menjinjing beberapa bungkus cokelat dan gula gula untuk diperlihatkan pada ibunya.

Toko ABC yang terkenal di Bugis Street Market (Foto: Hanny Nugrahani)

Suasana toko ABC terasa sesak dan penuh pelancong. Rak-rak toko terisi dengan aneka cokelat berbagai merek, Kopi dan cokelat bubuk, beraneka permen yang menggemaskan bahkan ada juga indomie goreng dari Indonesia dijual dengan harga S$1. Rata-rata produk berasal dari Malaysia. Harga harganya relatif murah. Misalnya untuk 3 plastik cokelat toblerone dihargai S$10. Selai Nutella S$ 4.35, Cokelat susu bubuk Milo S$3,35 dan lain lain. Sanking ramainya, petugas kasir harus memerintahkan para pembeli yang hendak membayar untuk mengantri dengan tertib.

Perlu diingat, Singapura adalah salah satu negara paling tertib di dunia. Buktinya kita tidak melihat ada satupun sampah berserakan di lantai. Membuang sampah sembarangan di Singapura, dapat dikenai denda S$300 (Rp,3.300.000, kurs Rp11.000). Inilah yang menyebabkan suasana pasar terlihat bersih dan menyenangkan.

Kalau kaki belum terasa pegal, kita dapat melihat toko toko souvenir lainnya. Masih banyak produk souvenir dengan varietas dan kualitas yang berbeda. Salah satu yang menarik adalah balsam cap Harimau dari Thailand, seharga S$4.

Berjalan-jalan di Bugis Street Market ini, kesannya sama ketika kita berada di pasar Blok M, Jakarta Selatan pada masa kejayaannya. Ada juga yang mengatakan bahwa Bugis Street Market dapat disamakan dengan Mangga Dua atau Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Dan moment paling menyenangkan adalah bisa kulineran di Bugis Street Market, mencoba berbagai menu khas Negeri Singa. Apalagi kalau bukan laksa, nasi lemak, wanton mee, chicken rice, chwee kueh, roti prata, hokkien prawn. Semuanya enak dan ditutup dengan jus buah, sungguh segar sekali rasanya. Harga makanan bervariasi, dari S$4-S$10 dan bisa lebih. Ini sudah sangat ekonomis.

Suasana kulineran di Bugis Street Market (Foto: Lidya Emy T)

Menurut beberapa orang,  suasana kuliner di Bugis Street Market pada malam hari lebih ramai dan seru. Keaneka ragaman budaya semakin terlihat kental. Orang Melayu, India, Tiongkok berkerumun dan mencari makanan. Mereka makan mie goreng, sate, sea food, dipenuhi dengan aroma makanan yang melambung di udara, mewarnai atmosfer budaya Singapura.

Kalau tenaga sudah terisi kembali, kita bisa melanjutkan hunting souvenir murah lagi, asalkan masih ada budget dalam dolar Singapura.

Di beberapa toko pakaian, ada yang bisa ditawar. Bahkan para penjualnya ada yang bisa berbahasa Indonesia. Kalau mau dicoba silahkan.. pasti akan menjadi suatu pengalaman menarik.

Jika ingin mencari sesuatu yang lebih menarik, kita juga bisa mengunjungi pasar Albert Center. Disini juga menyediakan berbagai makanan khas Singapura. Lokasinya masih di area Bugis Street Market.

Di seberang Bugis Street Market, terdapat gedung Mall Bugis Junction. Disini suasana lebih sejuk dengan suasana khas Mall. Tapi harganya sudah pasti lebih mahal.

Untuk mencapai Bugis Street Market, kita dapat naik MRT dengan jurusan stasiun Bugis. Ketika turun di stasiun ini, ikutilah keramaian penduduk lokal, karena mereka biasanya menuju pasar juga. Bila mengalami kesulitan, bertanyalah kepada penduduk setempat yang selalu bersedia menolong. Jangan lupa, bicaranya dengan bahasa Inggris, meskipun ada juga beberapa yang bisa berbahasa Indonesia.

Biasanya para pelancong akan tersenyum, membawa sejumlah oleh-oleh untuk dibawa pulang, seperti cokelat, gula gula, gantungan kunci, magnet kulkas dan kaos bertuliskan I love Singapore.  Tidaklah heran banyak pelancong ingin mengulangi pengalaman belanja mereka di Bugis Street Market.

Penulis: Simon Wagner

Editor : Hanny Nugrahani